Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ekonomi Digital Melaju, ASEAN Tak Mau Tertinggal Tanpa DEFA

        Ekonomi Digital Melaju, ASEAN Tak Mau Tertinggal Tanpa DEFA Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong percepatan penyelesaian ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) agar kawasan tidak kehilangan momentum ekonomi digital yang terus berkembang pesat.

        Airlangga menegaskan, dinamika ekonomi digital sangat cepat sehingga ASEAN harus segera bertindak. 

        Hal tersebut disampaikan Menko Airlangga saat  menghadiri  the ASEAN Economic Community (AEC) Council (AECC Meeting) ke-27, yang berlangsung pada tanggal 6-7 Mei 2026 di Cebu, Filipina.

        “Walaupun DEFA text belum sempurna, namun harus segera diselesaikan sambil dilakukan review berkala sesuai dengan perkembangan dinamika ekonomi digital,” ujar Menko Airlangga yang kemudian disambut dengan apresiasi dari seluruh negara peserta pertemuan, dikutip dari siaran prs Kemenko Perekonomian, Jumat (8/5).

        Pertemuan puncak tingkat Menteri Ekonomi ASEAN ini dihadiri oleh para pemimpin tinggi yang membidangi urusan perekonomian dari seluruh negara anggota ASEAN, termasuk Menteri/ Secretary of Trade and Industry Filipina Ma. Cristina Aldeguer-Roque, Deputy Prime Minister sekaligus Minister for Trade and Industry Singapura Gan Kim Yong, serta Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Timor-Leste Francisco Kalbuadi Lay. 

        Dalam forum tersebut, seluruh negara anggota ASEAN menyatakan komitmen untuk menyelesaikan substansi perundingan DEFA pada Putaran ke-21 (final) di Mei 2026. Targetnya, perjanjian DEFA dapat ditandatangani pada KTT ASEAN November 2026, setelah melalui proses legal scrubbing dan konsultasi domestik di masing-masing negara.

        Airlangga menambahkan bahwa pasca penandatanganan, proses ratifikasi oleh masing-masing negara anggota ASEAN ditargetkan selesai dalam waktu 180 hari. Hal ini mencerminkan urgensi dan komitmen kolektif untuk segera merealisasikan manfaat DEFA bagi kawasan.

        Baca Juga: Kunjungan Perdana ke Cebu, Presiden Prabowo Disambut Hangat Diaspora Indonesia dan Curi Perhatian dengan Maung Buatan Anak Bangsa

        Baca Juga: ASEAN Hadapi Badai Global, Prabowo Siap Bawa Isu Energi dan Pangan ke Meja KTT

        Bagi Indonesia, DEFA sejalan dengan pelaksanaan Strategi Nasional Ekonomi Digital 2030 serta menundukung aksesi OECD yang mencakup penguatan infrastruktur digital, pengembangan SDM digital, transformasi UMKM, serta penguatan regulasi keamanan siber. 

        Melalui DEFA, Indonesia dapat memperkuat kebijakan berdasarkan praktik internasional, menarik investasi di sektor teknologi tinggi, memperkuat kedaulatan data nasional, dan membangun ekosistem digital yang inklusif serta berdaya saing, termasuk bagi UMKM.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: