Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tawarkan Ruang Kerja, Lark Klaim Bisa Pangkas Biaya Operasional hingga 70%

Tawarkan Ruang Kerja, Lark Klaim Bisa Pangkas Biaya Operasional hingga 70% Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Platform kolaborasi terpadu Lark menawarkan ruang kerja terintegrasi untuk menjawab rendahnya efisiensi operasional perusahaan akibat proses internal yang rumit, alur kerja yang tersebar di banyak aplikasi, serta koordinasi yang memakan waktu.

Dengan sistem yang mobile-native dan chat-centric, Lark memungkinkan tim bekerja tanpa harus terus berpindah aplikasi (context switching). Diskusi, pengambilan keputusan, dan eksekusi dapat dilakukan dalam satu platform, sehingga memberikan visibilitas eksekusi yang menyeluruh bagi seluruh tim.

General Manager APAC Lark, Mark Dembitz, mengatakan Lark dirancang untuk membantu perusahaan membangun cara kerja yang lebih terhubung dan efisien, sehingga kolaborasi dan pengambilan keputusan dapat berjalan lebih cepat.

“Produktivitas lahir ketika sistem kerja mampu menyatukan orang, informasi, dan proses dalam satu alur yang utuh dan berkesinambungan,” ujar dia di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Saat ini, Lark digunakan di lebih dari 190 negara. Platform ini membantu organisasi meningkatkan efisiensi operasional hingga 10 kali lipat, meningkatkan produktivitas hingga 39 persen, serta menurunkan biaya operasional hingga 70 persen.

Dengan menggunakan Lark, perusahaan tidak perlu lagi berlangganan berbagai aplikasi terpisah untuk menunjang kebutuhan operasional sehari-hari.

“Penyatuan berbagai perangkat ini menekan biaya software, membuat proses adaptasi karyawan baru lebih sederhana, serta meringankan pengelolaan sistem bagi tim TI,” ucap dia.

Dalam ekosistem Lark, fitur chat berfungsi sebagai pusat kerja (workhub), bukan sekadar sarana komunikasi. Pesan dapat langsung diubah menjadi tugas, dokumen, atau persetujuan dalam percakapan yang sama.

“Dengan demikian, keputusan tetap terhubung langsung dengan eksekusi. Pendekatan ini mempersingkat siklus pengambilan keputusan dan mengurangi risiko miskomunikasi di dalam tim,” ucap dia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: