Kredit Foto: PLN Indonesia Power
PLN Indonesia Power (PLN IP) resmi melebarkan sayap ke panggung globaldengan menjajaki pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Bangladesh.
Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan konglomerasi Bay Group, Subholding PLN ini membidik proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total potensi kapasitas mencapai 495 Megawatt (MW).
Langkah strategis ini merupakan respons PLN IP terhadap peluang yang dibuka oleh Bangladesh Power Development Board (BPDB) di 10 lokasi strategis. Dalam kolaborasi ini, Bay Group menggandeng anak usahanya, Copenhagen Urban Solar Parks BD LTD (CUSP), sebuah perusahaan afiliasi Denmark-Bangladesh yang berfokus pada pengembangan energi surya.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menegaskan bahwa ekspansi ini adalah bagian dari visi perusahaan untuk memperkuat portofolio energi bersih di kancah internasional.
"Ini merupakan langkah pertama bagi kami di Bangladesh, besar harapan kami proyek ini akan berjalan dengan baik. Kami menegaskan kerja sama ini sebagai langkah strategis perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar global," ujar Bernadus dalam keterangan resmi dikutip Jumat (15/5/2026).
Bernadus menambahkan, partisipasi dalam proyek ini bukan sekadar urusan bisnis, melainkan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung agenda transisi energi global. PLN IP bertekad memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam industri pembangkitan berbasis energi terbarukan di luar negeri.
Penandatanganan kesepakatan ini turut disaksikan oleh Direktur Sumber Daya dan Industrialisasi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Dr. Awidya Santikajaya. Hal ini menandakan adanya dukungan diplomatik kuat terhadap peran BUMN Indonesia di pasar energi internasional.
Senada dengan PLN IP, Managing Director Bay Group sekaligus Chairman CUSP, Ziaur Rahman, melihat kemitraan ini sebagai sinergi dua kekuatan besar. Ia menyoroti rekam jejak PLN IP yang mumpuni di sektor pembangkitan.
"Kami melihat PLN Indonesia Power sebagai mitra yang memiliki pengalaman dan kapabilitas kuat di sektor pembangkitan. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengembangan energi surya di Bangladesh secara berkelanjutan,” ungkap Ziaur.
Proyek PLTS 495 MW ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas energi bersih di Bangladesh, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan emisi karbon dunia.
Bagi PLN Indonesia Power, yang saat ini berstatus sebagai generation company terbesar di Asia Tenggara, keberhasilan di Bangladesh akan menjadi tonggak sejarah baru dalam mewujudkan target Net Zero Emissions.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra