Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Adi Prayitno: Jokowi Tak Lagi Sesakti Dulu

        Adi Prayitno: Jokowi Tak Lagi Sesakti Dulu Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat politik Adi Prayitno mengungkapkan bahwa pada Pemilu 2024 lalu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sempat mengkapitalisasi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk mendulang dukungan politik.

        Namun strategi tersebut tidak berhasil, karena PSI gagal lolos ke parlemen. Hal ini, menurut Adi, menunjukkan bahwa pengaruh politik Jokowi tidak lagi sesakti dulu.

        “Terbukti begitu banyak banner, baliho, dan spanduk yang memasang foto Pak Jokowi dengan Kaesang, dengan tagline ‘Jokowi adalah PSI dan PSI adalah partainya Jokowi’. Itu dijadikan guidance bagi pihak yang menganggap Jokowi tidak akan sesakti dulu, terutama menghadapi pertarungan politik ke depan,” jelasnya, dikutip dari YouTube KOMPASTV, Selasa (19/5).

        Adi menambahkan, faktor yang membuat Jokowi dulu dianggap “sakti” adalah dukungan penuh dari PDIP, relawan, serta partai-partai politik yang mengusungnya.

        “Ada yang mengatakan bahwa Jokowi tidak akan sesakti dulu karena apapun Jokowi bisa sakti itu dulu karena banyak sekali variabelnya. Variabel dukungan partai misalnya seperti PDI-P, variabel lain seperti relawan ataupun gabungan dari begitu banyak partai politik yang memberikan support total kepada Pak Jokowi,” ujar Adi.

        Baca Juga: Jokowi Kembali Keliling Indonesia, Efek Elektoral Jadi Sorotan

        Baca Juga: PSI Sebut Sindiran PDIP Soal Ijazah Jokowi Kekanak-kanakan

        Setelah lengser pada 2024 dan digantikan Presiden Prabowo Subianto, pengaruh politik Jokowi dinilai tidak lagi sekuat ketika masih menjabat kepala negara. 

        “Praktis setelah Pak Jokowi tidak lagi jadi presiden, banyak yang berpandangan sepertinya Jokowi tidak akan sekuat dahulu kala karena instrumen kekuasaan magnet politiknya itu tidak akan sekuat seperti dulu,” jelas Adi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: