Kredit Foto: BPMI
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan dirinya tidak akan mengganggu proyek tender yang dimenangkan pihak terafiliasi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) selama prosesnya dilakukan secara benar dan sesuai aturan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Jakarta, dan langsung menjadi sorotan karena turut menyinggung peran Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam perjalanan hidupnya.
"Saya selalu katakan, menteri-menteri minta petunjuk ada proyek, ada tender, tapi ini belakangnya PDIP, benar? Ayo menteri-menteri, benar kan tapi apa jawaban saya, tidak masalah. Kalau dia menang, dia menang saja jangan lihat latar belakangnya," kata Prabowo, dikutip Kamis (21/5/2026).
Prabowo menegaskan pemerintahannya berkomitmen menjalankan sistem tender secara bersih tanpa intervensi politik. Menurutnya, proyek yang dimenangkan secara sah harus tetap diberikan kepada pemenangnya, siapa pun latar belakang politiknya.
Dalam pidatonya, Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mengungkap pengalaman pribadi saat dirinya belum memiliki kekuasaan politik. Ia mengaku pernah dibantu Megawati dalam urusan ekonomi ketika sedang berada di masa sulit.
Baca Juga: Prabowo Akui Kadang Pilu Dikritik Keras PDIP: Tapi Mungkin untuk Menyelamatkan
"Ibu Mega juga bantu saya di bidang ekonomi. Saya mau terbuka, saya nggak berkuasa waktu itu, alias luntang lantung. Ibu Mega Sukarnoputri intervensi mengatakan: kalau emang Prabowo yang menang tender itu, jangan diganggu, diteruskan," ungkap Prabowo.
Menurutnya, sikap Megawati saat itu kini menjadi prinsip yang ia pegang sebagai Presiden RI.
"Saya sekarang ikuti contoh beliau. Saya sekarang presiden tidak boleh kita lihat latar belakang politik, kalau dia menang dengan benar harus kita berikan," lanjutnya.
Tak hanya itu, Prabowo juga secara terbuka menyampaikan apresiasi kepada PDIP meski partai berlambang banteng itu memilih berada di luar pemerintahan.
“Sebenarnya saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita,” kata Prabowo.
Ia menilai keberadaan oposisi tetap penting dalam sistem demokrasi agar pemerintah berjalan dengan mekanisme pengawasan dan keseimbangan kekuasaan.
Baca Juga: Prabowo Spill Akal-akalan Birokrasi yang Bikin Pengusaha Sengsara, Golkar Ikut Disindir
“Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah dan saya hormati dan saya hargai itu. Demokrasi kita perlu check and balances. Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri