Visa Ditolak Pemerintah Kanada, Thomas Partey Absen di Laga Perdana, FIFA Pilih 'Cuci Tangan'
Kredit Foto: Ist
Kabar mengejutkan datang dari gelaran Piala Dunia FIFA 2026. Gelandang andalan Timnas Ghana, Thomas Partey, dipastikan gagal masuk ke wilayah Kanada setelah permohonan visanya ditolak oleh otoritas setempat.
Akibatnya, pemain tengah tersebut terpaksa absen dalam laga pembuka Grup L melawan Panama yang dijadwalkan berlangsung di Toronto pada 17 Juni 2026 mendatang.
Kepastian penolakan ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Olahraga dan Rekreasi Ghana, Kofi Iddie Adams, pada Jumat (12/6/2026) malam waktu setempat.
Menurut penjelasan Adams, Pemerintah Kanada menjadikan kasus dugaan pemerkosaan dan pelecehan seksual yang saat ini tengah menjerat Partey di pengadilan Inggris sebagai alasan utama penolakan visa tersebut.
Merespons keputusan tersebut, Kofi Iddie Adams menyatakan kekecewaan mendalam atas sikap kaku otoritas Kanada. Ia menilai keputusan tersebut tidak adil karena sang pemain belum terbukti bersalah secara hukum di pengadilan.
Guna menyelamatkan nasib sang pemain, Pemerintah Ghana kini bergerak cepat melancarkan jalur diplomasi internasional.
"Menteri Luar Negeri Ghana telah menindaklanjuti masalah ini dan akan memulai upaya diplomatik untuk memperjuangkan hak-hak pesepak bola tersebut," ujar Adams.
Ia juga mendesak Kanada untuk meninjau ulang keputusan mereka karena dinilai bisa menjadi preseden buruk bagi dunia olahraga.
Absennya gelandang yang kini merumput di klub Spanyol, Villarreal, tersebut menjadi pukulan telak bagi kekuatan skuad berjuluk The Black Stars.
Partey sebelumnya telah resmi masuk dalam daftar final 26 pemain yang dibawa Ghana untuk mengarungi Piala Dunia 2026.
Akibat penolakan visa ini, Partey kini tertahan dan terisolasi di kamp pelatihan Timnas Ghana yang berada di Boston, Amerika Serikat, sementara rekan-rekan setimnya bersiap bertolak ke Kanada.
FIFA Pilih Cuci Tangan
Sementara itu, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) langsung memberikan klarifikasi resmi terkait status sang pemain. FIFA menegaskan bahwa masalah imigrasi sepenuhnya merupakan kedaulatan mutlak dari pemerintah negara tuan rumah.
"FIFA dapat mengonfirmasi bahwa Thomas Partey tidak dapat melakukan perjalanan ke Kanada untuk pertandingan pertama melawan Panama karena visanya ditolak oleh pemerintah Kanada," bunyi pernyataan resmi FIFA.
"FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara-negara tuan rumah, termasuk dalam penetapan keputusan terkait visa. Seperti halnya dalam ajang-ajang FIFA sebelumnya, pemerintah negara tuan rumah pada akhirnya yang menentukan siapa yang berhak menerima visa dan diizinkan masuk," pungkas rilis tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: