Kredit Foto: Ist
PT Tjokro Group memanfaatkan ajang Indonesia International Trade Show for Automotive Industry (INAPA) 2026 untuk memperluas penetrasi pasar aftermarket dan membidik segmen bisnis baru di industri otomotif dan manufaktur komponen. Langkah tersebut dilakukan di tengah pertumbuhan kebutuhan komponen otomotif dan kendaraan niaga di pasar domestik maupun regional.
Pameran otomotif dan suku cadang terbesar di ASEAN itu berlangsung pada 20–22 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dan diselenggarakan oleh GEM Indonesia di bawah binaan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
CEO Tjokro Group Yudi Tjokro mengatakan perseroan memanfaatkan INAPA 2026 sebagai momentum strategis untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus memperkenalkan kapabilitas manufaktur perusahaan ke pasar yang lebih luas.
“Kami melihat INAPA 2026 bukan sekadar pameran biasa, melainkan sebuah jembatan strategis untuk berinteraksi langsung dengan ekosistem otomotif global. Fokus utama kami di event ini adalah membidik pasar aftermarket, sebuah ceruk pasar yang potensinya terus meledak dan membutuhkan konsistensi kualitas komponen tingkat tinggi,” ujar Yudi Tjokro.
Menurutnya, pasar aftermarket menjadi salah satu segmen yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan suku cadang kendaraan, perawatan armada, hingga industri komponen kendaraan berat.
Melalui partisipasi di INAPA 2026, Tjokro Group menargetkan perluasan basis pelanggan sekaligus membuka peluang pasar baru yang sebelumnya belum tergarap.
“Lewat gelaran ini, target kami adalah menggaet client-client baru serta membuka segmen pasar baru yang belum tersentuh sebelumnya. Kami ingin menunjukkan bahwa kapabilitas teknik kami siap mendukung kebutuhan industri skala apa pun,” katanya.
Dalam pameran tersebut, perseroan memamerkan sejumlah lini produk unggulan, antara lain aluminum casting, motor excel, serta housing part truck yang digunakan untuk kendaraan niaga dan industri berat.
Menurut Yudi, sejumlah produk tersebut menarik perhatian pelaku industri karena selama ini banyak pihak belum mengetahui luasnya kemampuan manufaktur yang dimiliki perusahaan.
“Banyak sekali daftar pengunjung yang masuk ke meja kami dan langsung mengajukan permintaan barang (inquiry). Menariknya, mayoritas dari mereka mengaku baru tahu kalau Tjokro Group memiliki kapabilitas seluas dan sekompleks ini,” ujarnya.
Ia menambahkan sebagian besar pengunjung sebelumnya menganggap Tjokro Group hanya bergerak pada layanan reparasi atau pengerjaan permesinan standar.
Baca Juga: Industri Otomotif Lesu, BAF Salurkan Pembiayaan Rp11,46 Triliun
Baca Juga: CEO Honda Akui Tak Punya Kesempatan Melawan Pabrikan Otomotif China
“Padahal kami mampu memproduksi komponen high-end seperti aluminum casting dan housing part untuk kendaraan berat,” kata Yudi.
Perseroan menilai antusiasme pengunjung selama pameran berpotensi mendorong peningkatan penjualan melalui peluang kerja sama baru yang berasal dari berbagai segmen industri.
“Apakah event ini akan mendorong sales Tjokro Group? Jawabannya tentu saja, sangat mendorong. Dengan banyaknya client baru dari berbagai segmen berbeda yang mencatatkan ketertarikannya selama pameran, kami optimistis bahwa leads bisnis yang didapatkan dari INAPA 2026 ini akan segera terkonversi menjadi kontrak-kontrak kerja sama baru dalam waktu dekat,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: