Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ini Tanda-Tanda Pasar Bersiap Bergerak Agresif di Trading Forex

        Ini Tanda-Tanda Pasar Bersiap Bergerak Agresif di Trading Forex Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Bandung -

        Pergerakan harga yang melonjak atau anjlok secara tiba-tiba di pasar trading dinilai bukan terjadi secara acak. Dalam perdagangan Forex dan Contract for Difference (CFD), kondisi tersebut umumnya diawali fase konsolidasi ketika volatilitas pasar menurun dan harga bergerak dalam rentang sempit.

        Pada fase tersebut, pelaku pasar besar disebut mulai membangun posisi secara bertahap sebelum harga bergerak agresif. Aktivitas akumulasi tersebut kerap sulit terdeteksi trader ritel karena berlangsung ketika pasar terlihat relatif tenang.

        Ketika tekanan permintaan dan penawaran mulai tidak seimbang, harga kemudian bergerak lebih cepat. Jika tekanan beli mendominasi, harga berpotensi melonjak tajam. Sebaliknya, dominasi tekanan jual dapat memicu penurunan harga hingga terbentuk keseimbangan baru.

        Kondisi pasar yang cenderung tenang juga disebut menjadi area penting terbentuknya likuiditas. Selama fase konsolidasi, order transaksi mulai terkumpul di area support dan resistance, termasuk penempatan stop loss oleh trader.

        Akumulasi order tersebut membuat pergerakan harga berpotensi menjadi lebih agresif ketika level penting berhasil ditembus.

        Selain itu, pasar juga kerap mengalami fenomena false breakout atau penembusan palsu. Dalam kondisi tersebut, harga terlihat menembus level tertentu tetapi kembali masuk ke rentang sebelumnya sehingga memicu jebakan bagi trader yang terlalu cepat mengambil posisi.

        Sejumlah indikator yang disebut sering muncul sebelum volatilitas meningkat antara lain koreksi harga yang semakin dangkal, harga bertahan di dekat level tertinggi atau terendah, hingga pengujian berulang terhadap area support maupun resistance.

        Baca Juga: Gen Z Jadi Sasaran, IPOT Rombak Total Aplikasi Trading Berbasis AI

        Baca Juga: Morgan Stanley Perluas Layanan Kripto, Fee Trading E*Trade Akan Murah!

        Pelaku pasar berpengalaman umumnya tidak hanya berfokus menebak arah harga, tetapi juga memperhatikan struktur pasar, pola konsolidasi, dan perubahan volatilitas sebelum momentum besar terjadi.

        Pemahaman terhadap karakter konsolidasi dinilai dapat membantu trader membaca peluang pasar lebih baik dibandingkan hanya merespons pergerakan harga jangka pendek.

        Meski demikian, perdagangan Forex dan CFD tetap memiliki risiko tinggi. Pergerakan harga yang cepat dapat membuka peluang keuntungan, tetapi juga berpotensi memicu kerugian besar apabila tidak diimbangi penerapan manajemen risiko yang disiplin.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Saepulloh
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: