Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Industri Arsitektur RI Didorong Naik Kelas Lewat Kompetisi Global Ini

        Industri Arsitektur RI Didorong Naik Kelas Lewat Kompetisi Global Ini Kredit Foto: LIXIL
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Industri arsitektur dan desain nasional kembali mendapat dorongan melalui penyelenggaraan LIXIL Architectural Design Competition (LADC) 2026 yang resmi dibuka pada 18 Mei hingga 5 Juli 2026. Kompetisi yang digelar LIXIL tersebut diarahkan untuk memperluas ruang kolaborasi arsitek dan desainer Indonesia sekaligus mendorong pengembangan desain berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap inovasi ruang hidup dan infrastruktur.

        Ajang yang pertama kali digelar pada 2019 itu menghadirkan dua kategori utama, yakni Professional Category dan Student Category, dengan melibatkan panel juri internasional seperti Founder AndraMatin Studio Andra Matin, Founder Yolodi+Maria Architects Gregorius Supie, hingga Managing Partner Asia Snøhetta Richard Wood.

        Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia Arfindi Batubara mengatakan LADC 2026 dirancang bukan sekadar sebagai kompetisi desain, melainkan platform untuk mempertemukan ide dan solusi arsitektur yang relevan terhadap tantangan perkotaan, perubahan iklim, hingga keberagaman karakter wilayah Indonesia.

        “Indonesia adalah negara kepulauan dengan ribuan identitas. Dari pulau-pulau kecil, kota-kota besar, kekayaan alam dan budaya, perbedaan infrastruktur, hingga tantangan spesifik seperti perubahan iklim ataupun tekanan urbanisasi. Kami percaya, dari ragam konteks inilah lahir gagasan yang paling relevan untuk masa depan. LADC tidak mencari desain yang sekadar indah, tetapi ide yang mampu menjadi percakapan dan solusi,” ujar Arfindi dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026). 

        Tahun ini, LADC mengusung tema “ARCHIPELAGO DIALOGUES: Architecture as a Space of Co-Creation”. Tema tersebut menyoroti pentingnya pendekatan kolaboratif dalam pengembangan desain dan arsitektur di Indonesia yang memiliki karakter geografis dan sosial yang beragam.

        LIXIL menyebut kebutuhan terhadap desain yang inklusif dan berkelanjutan menjadi salah satu tantangan utama industri arsitektur saat ini. Karena itu, kompetisi diarahkan untuk membuka akses eksplorasi ide sekaligus memperluas ruang dialog di kalangan arsitek profesional maupun mahasiswa arsitektur.

        Dalam penyelenggaraan tahun ini, pemenang kompetisi akan memperoleh kesempatan mengikuti Studio Exchange di firma arsitektur internasional Snøhetta serta program Architectural Trip ke Nagoya, Jepang. Selain itu, karya peserta juga akan dipublikasikan melalui berbagai kanal komunikasi perusahaan dan mitra media.

        Arfindi mengatakan pemisahan kategori profesional dan mahasiswa dilakukan untuk memberikan ruang kompetisi yang lebih inklusif bagi berbagai tingkat pengalaman peserta.

        “Pemilahan dua kategori ini diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih inklusif, baik bagi arsitek yang telah memiliki pengalaman maupun bagi mahasiswa yang tengah mengembangkan potensi kreatifnya. Kami ingin memastikan setiap talenta memiliki kesempatan yang setara untuk berkontribusi dalam membentuk masa depan arsitektur kita,” katanya.

        Professional Category dibuka untuk anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang memiliki Sertifikat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) aktif. Sementara Student Category diperuntukkan bagi mahasiswa aktif S1, S2 Arsitektur, mahasiswa Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr), hingga lulusan arsitektur maksimal dua tahun setelah kelulusan.

        Seluruh karya yang dikirimkan wajib bersifat orisinal dan belum pernah dipublikasikan maupun diikutsertakan dalam kompetisi lain. Proses penjurian akan berlangsung dalam dua tahap untuk menentukan lima finalis terbaik hingga pemilihan pemenang utama.

        Baca Juga: IFTL Award 2026: Pemimpin Keuangan Dituntut Jadi Arsitek Ekosistem di Era AI

        Baca Juga: Pasar Hunian Makin Kompetitif, Lixil Dorong Inovasi dan Kolaborasi Industri

        Founder Yolodi+Maria Architects Gregorius Supie yang juga menjadi salah satu juri menyatakan kompetisi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem arsitektur nasional.

        “Saya berharap sayembara ini mampu mengobarkan semangat berarsitektur yang semakin kreatif, sekaligus menjadi pendorong dalam memajukan industri arsitektur di Indonesia,” ujar Gregorius.

        Puncak kompetisi sekaligus pengumuman pemenang akan dilakukan dalam rangkaian acara LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD) pada 12 Agustus 2026. Seluruh rangkaian kompetisi dilaksanakan secara daring untuk memperluas akses peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: