Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kalahkan Samsung, Apple Catat Sejarah Baru Kuasai Pasar Ponsel Global

        Kalahkan Samsung, Apple Catat Sejarah Baru Kuasai Pasar Ponsel Global Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Apple berhasil mencatat sejarah baru dengan menduduki posisi teratas pasar smartphone dunia pada kuartal pertama tahun 2026. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini sukses menguasai sekitar 21 persen pengiriman smartphone global selama periode Januari hingga Maret 2026.

        Data terbaru dari Counterpoint Research menunjukkan angka pengiriman perangkat Apple tersebut tumbuh sebesar 9 persen secara tahunan. Pencapaian ini menjadi perhatian besar karena pasar smartphone global secara keseluruhan justru sedang mengalami penurunan sekitar 3 persen.

        Samsung berada di posisi kedua dengan perolehan pangsa pasar yang sama besar yaitu sebesar 21 persen. Namun, angka pengiriman smartphone milik produsen asal Korea Selatan tersebut tercatat relatif stagnan dibanding tahun sebelumnya.

        Xiaomi menempati posisi ketiga dengan pangsa pasar 12 persen setelah mengalami penurunan pengiriman hingga 19 persen secara tahunan. Sementara itu, OPPO berada di posisi keempat sebesar 10 persen disusul oleh vivo di posisi kelima sebesar 7 persen.

        Kesuksesan besar Apple pada awal tahun ini tidak lepas dari tingginya minat konsumen global terhadap seri iPhone 17. Seri iPhone 17 bahkan dilaporkan berhasil menguasai tiga posisi teratas dalam daftar penjualan ponsel paling laris di dunia.

        CEO Apple Tim Cook mengonfirmasi bahwa lini produk teranyar tersebut menjadi model yang paling populer sepanjang sejarah perusahaan. Keberhasilan ini juga dipengaruhi oleh strategi manajemen rantai pasokan Apple yang jauh lebih baik dibanding para pesaingnya.

        Apple dinilai sangat mampu mempertahankan harga premium produknya sekaligus menjaga margin keuntungan di tengah krisis komponen. Kondisi tersebut membuat Apple lebih siap menghadapi kekurangan pasokan dibanding produsen smartphone global lainnya.

        Baca Juga: Trump Disebut Jual Saham Tesla, Beli Saham Teknologi Apple dan NVDA

        Saat ini industri smartphone dunia memang masih menghadapi kelangkaan memori jenis DRAM dan NAND secara sistemik. Produsen chip dunia dilaporkan lebih memprioritaskan kebutuhan pusat data kecerdasan buatan (AI) dibanding industri ponsel pintar.

        Tim Cook mengingatkan bahwa kenaikan biaya komponen dan krisis memori ini diperkirakan masih akan berdampak hingga akhir tahun 2026. Di sisi lain, Counterpoint memprediksi kondisi sulit tersebut masih bisa terus berlanjut sampai akhir tahun 2027.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: