Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Indonesia Berpotensi Kuasai US$600 Miliar Ekonomi Digital ASEAN

        Indonesia Berpotensi Kuasai US$600 Miliar Ekonomi Digital ASEAN Kredit Foto: Unsplash/Myriam Jessier
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indonesia berpotensi menguasai ekonomi digital ASEAN hingga mencapai US$600 miliar. Hal ini seiring dengan percepatan integrasi ekonomi digital kawasan dan pertumbuhan pasar digital domestik.

        Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyampaikan nilai ekonomi digital Indonesia saat ini diperkirakan mencapai sekitar US$150 miliar dan berpotensi melonjak menjadi US$400 miliar pada 2030.

        “Program digital ini marketnya saat sekarang ekonominya US$150 miliar dan di tahun 2030 bisa mencapai US$400 miliar untuk Indonesia saja,” kata kata Airlangga, dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah, di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026).

        Airlangga menjelaskan, peluang tersebut akan semakin besar dengan implementasi Digital Economic Framework Agreement (DEFA) di ASEAN yang tengah didorong negara-negara kawasan.

        Menurut dia, integrasi ekonomi digital ASEAN berpotensi meningkatkan nilai ekonomi digital kawasan dari sekitar US$1 triliun menjadi US$2 triliun.

        Jika target tersebut tercapai, Indonesia diproyeksikan mampu mengambil porsi terbesar di kawasan. “Nah kalau itu bisa US$2 triliun maka Indonesia bisa sampai US$600 miliar,” kata Airlangga.

        Airlangga mengatakan, untuk mengejar target tersebut pemerintah mendorong pengembangan ekonomi digital dan gig economy di daerah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

        "Salah satu yang sedang didorong melalui dengan kerjasama pemerintah daerah di mana pusat membantu program untuk gig ekonomi, untuk program digital," kata Airlangga.

        Selain memperkuat ekonomi digital, pemerintah juga mulai mendorong pengembangan industri semikonduktor nasional untuk mendukung transformasi ekonomi berbasis teknologi.

        Airlangga mengungkapkan pemerintah menargetkan pelatihan bagi 15 ribu talenta muda di bidang semikonduktor dalam tiga tahun ke depan.

        Baca Juga: Ekonomi Digital Melaju, ASEAN Tak Mau Tertinggal Tanpa DEFA

        Baca Juga: Industri 5G dan AI Dorong Ekonomi Digital Indonesia hingga US$41 Miliar

        “Kemarin sudah dilatih seribu dengan ekosistem Arm, seribu yang mendaftar 4.500. Jadi kami optimistis dalam waktu tiga tahun 15 ribu itu bisa terdorong,” ujarnya.

        Pemerintah juga menyiapkan hilirisasi silika di sejumlah daerah sebagai bagian dari pengembangan rantai pasok industri chip nasional.

        "Maka ini juga akan didorong di lirisasi silika namun juga disiapkan SDM ekosistem. Nah ini yang terus kami dorong dan juga selain itu tentu pemerintahnya dengan transaksi digitalisasi," ungkap dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: