Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemerintah Siapkan National AI Roadmap, Airlangga Bidik Indonesia Jadi Pusat AI Dunia

Pemerintah Siapkan National AI Roadmap, Airlangga Bidik Indonesia Jadi Pusat AI Dunia Kredit Foto: Dok. BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), tetapi menargetkan diri sebagai salah satu pusat pengembangan AI dan infrastruktur digital di kawasan. Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah tengah menyiapkan National AI Roadmapyang mencakup pengembangan infrastruktur digital, talenta, riset, inovasi, hingga tata kelola AI.

Menurut Airlangga, AI telah menjadi bagian penting dalam transformasi ekonomi global karena mengubah struktur perekonomian, meningkatkan daya saing, sekaligus menentukan arah kedaulatan teknologi suatu negara. Oleh karena itu, Indonesia ingin mengambil peran lebih besar dalam pengembangan teknologi AI di tingkat global.

“Indonesia tidak ingin hanya sekadar menjadi penonton atau konsumen dalam perlombaan kecerdasan buatan ini. Kami adalah arsitek aktif dari garda terdepan era digital,” ujar Airlangga, dalam High-Level Meeting of WAICO Founding State yang merupakan rangkaian World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China, Sabtu (18/7/2026).

Ia mengatakan visi tersebut didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat di tengah dinamika geopolitik global. Pemerintah memproyeksikan ekonomi nasional tumbuh 5,4% pada 2026 seiring percepatan transformasi digital dan pengembangan industri berbasis teknologi.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah telah memulai kerja sama di bidang semikonduktor dan AI bersama ARM Holdings sejak Februari 2026. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan industri AI sekaligus mendukung digitalisasi nasional.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyusun National AI Roadmap sebagai pedoman pembangunan ekosistem AI nasional. Peta jalan tersebut akan mencakup investasi pada infrastruktur digital, pengembangan sumber daya manusia, riset dan inovasi, serta penerapan tata kelola AI yang bertanggung jawab.

Airlangga menilai Indonesia memiliki modal yang besar untuk mengembangkan ekonomi berbasis AI. Hingga 2026, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai sekitar 235 juta orang atau setara dengan tingkat penetrasi sekitar 81%.

Di sisi infrastruktur, Indonesia juga telah mengoperasikan 182 pusat data (data center), dengan konsentrasi terbesar berada di Jakarta sebanyak 94 fasilitas dan Batam sebanyak 16 fasilitas. Menurut Airlangga, pertumbuhan layanan komputasi awan (cloud computing) dan AI diproyeksikan akan meningkatkan kebutuhan kapasitas pusat data nasional, sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor ekonomi digital.

Baca Juga: Airlangga Gandeng AS Hingga China Kembangkan AI dan Ekosistem Digital

Baca Juga: Indonesia Usulkan Tiga Kerja Sama Strategis di WAICO, Dorong Transfer Teknologi AI hingga Pengembangan Talenta

Dalam forum tersebut, Airlangga juga menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam tata kelola AI global melalui World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Indonesia menjadi salah satu dari 29 negara pendiri organisasi tersebut bersama sejumlah negara ASEAN, anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), negara-negara BRICS, serta negara di Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Eropa Timur.

Menurutnya, kolaborasi internasional menjadi faktor penting untuk memastikan perkembangan AI tidak hanya mendorong kemajuan teknologi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

“Bersama-sama, mari kita terjemahkan komitmen teknologi ini menjadi hasil nyata, yang mendorong kesejahteraan bersama dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi semua negara,” kata Airlangga.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri