Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rudal Oreshnik Rusia Jadi Sorotan, Spesifikasinya Bikin Ngeri Musuh! Melaju Mach 5 dan Sulit Dilacak

        Rudal Oreshnik Rusia Jadi Sorotan, Spesifikasinya Bikin Ngeri Musuh! Melaju Mach 5 dan Sulit Dilacak Kredit Foto: Reuters/Raytheon Missiles & Defense
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Rusia kembali meningkatkan tekanan militernya terhadap Ukraina dengan meluncurkan serangan besar-besaran menggunakan sejumlah rudal canggih, termasuk rudal balistik Oreshnik yang kini menjadi sorotan dunia. Senjata baru andalan Moskow itu disebut memiliki kemampuan manuver tinggi dan sulit dicegat sistem pertahanan udara modern.

        Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan pada Minggu malam waktu setempat dilakukan sebagai balasan atas serangan Ukraina terhadap fasilitas sipil di wilayah yang dikuasai Rusia. Dalam operasi tersebut, Moskow mengerahkan kombinasi rudal Oreshnik, Iskander, Kinzhal, hingga rudal jelajah hipersonik Tsirkon.

        “Angkatan Bersenjata Federasi Rusia melakukan serangan besar-besaran menggunakan rudal balistik Oreshnik, rudal balistik Iskander yang diluncurkan dari udara, rudal balistik hipersonik Kinzhal yang diluncurkan dari udara, dan rudal jelajah Tsirkon,” demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia dikutip Reuters.

        Di antara berbagai jenis rudal yang digunakan, Oreshnik menjadi perhatian utama karena disebut sebagai salah satu sistem persenjataan paling berbahaya yang dimiliki Rusia saat ini. Presiden Rusia Vladimir Putin pertama kali memperkenalkan rudal tersebut pada November tahun lalu saat diuji coba ke wilayah Dnipro, Ukraina.

        Oreshnik diketahui merupakan rudal balistik jarak menengah dengan jangkauan sekitar 3.000 hingga 5.500 kilometer. Dengan kemampuan itu, rudal tersebut dinilai mampu menjangkau sebagian besar wilayah Eropa jika diluncurkan dari Rusia.

        Selain memiliki daya jangkau luas, Oreshnik juga diklaim mampu melaju dengan kecepatan minimal Mach 5 atau lima kali kecepatan suara. Kemampuan bermanuver di tengah penerbangan membuat rudal ini jauh lebih sulit dideteksi maupun dicegat oleh sistem pertahanan udara lawan.

        Pakar nonproliferasi nuklir dari Middlebury Institute for International Studies Jeffrey Lewis menyebut pengembangan sistem rudal tersebut sebenarnya sudah dilakukan Rusia sejak lama.

        “Sistem ini telah dikembangkan selama beberapa waktu,” kata Jeffrey Lewis.

        Menurut pejabat Ukraina, Oreshnik juga dapat membawa enam hulu ledak yang masing-masing memiliki submunisi tambahan. Sementara pakar militer Rusia Anatoly Matviychuk meyakini rudal itu mampu membawa enam hingga delapan hulu ledak, termasuk kemungkinan hulu ledak nuklir.

        Kemampuan tersebut membuat Oreshnik dipandang bukan sekadar rudal biasa, tetapi bagian dari strategi Rusia untuk menunjukkan dominasi teknologi militernya di tengah perang yang terus berkecamuk melawan Ukraina.

        Baca Juga: Mengenal Rudal Oreshnik, Senjata Hipersonik Rusia yang Tak Bisa Dicegat Ukraina

        Serangan terbaru ini terjadi setelah Ukraina sebelumnya dihujani rudal dan drone yang menyebabkan korban jiwa. Situasi tersebut memperlihatkan konflik Rusia-Ukraina kini semakin berbahaya dengan keterlibatan persenjataan berteknologi tinggi yang memiliki daya rusak besar.

        Penggunaan rudal Oreshnik juga memunculkan kekhawatiran baru di Eropa karena senjata itu dinilai mampu mengubah peta ancaman keamanan kawasan jika konflik terus meluas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: