Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        AS Tata Ulang Pasukan di Eropa, Rusia Bisa Memahami

        AS Tata Ulang Pasukan di Eropa, Rusia Bisa Memahami Kredit Foto: Instagram/Russian Army
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Moskow memantau langkah-langkah Amerika Serikat (AS) terkait kemungkinan penataan ulang kehadiran militernya di Eropa, termasuk rencana pengerahan pasukan tambahan ke Polandia.

        Dalam konferensi pers di Moskow pada Kamis (28/5/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan bahwa penarikan pasukan AS dari beberapa negara di Eropa, yang telah ditempatkan selama beberapa dekade untuk menghadapi “ancaman Rusia”, merupakan langkah rasional yang sudah lama tertunda.

        Namun, Rusia juga menilai Washington melakukan penataan ulang pasukan karena adanya pertimbangan "kebermanfaatan" sekutu-sekutu Eropa. Hal tersebut terutama berkaitan dengan kesiapan meningkatkan anggaran pertahanan dan membeli senjata buatan AS.

        Menurut Zakharova, langkah tersebut ditujukan terhadap Rusia. Karena itu, ia menilai skenario tersebut berpotensi memperdalam konfrontasi antara Moskow dan blok Barat serta meningkatkan ketegangan militer di Eropa.

        Zakharova juga memperingatkan kemungkinan pemindahan pangkalan dan pasukan militer AS dari negara-negara yang dianggap kurang "dapat diandalkan" ke negara-negara Eropa Tengah dan Timur yang dinilai lebih sejalan dengan kebijakan Washington, termasuk Polandia.

        Ia menjelaskan bahwa penempatan infrastruktur militer tambahan AS di dekat perbatasan barat Rusia akan memaksa Moskow mengambil langkah-langkah militer-teknis yang diperlukan untuk memastikan keamanan nasional.

        Baca Juga: Indonesia dan Rusia Makin Dekat, Putin Ratifikasi Perjanjian Dagang

        Menurutnya, langkah tersebut dapat memicu "eskalasi kualitatif" ketegangan militer di seluruh Eropa di tengah kebijakan yang semakin provokatif dari sekutu Eropa AS terhadap Rusia.

        Dalam kesempatan yang sama, Zakharova menanggapi temuan drone Ukraina yang menggunakan sistem Starlink milik AS di lokasi serangan pada 22 Mei di Starobilsk. Ia menegaskan bahwa pasukan nuklir strategis Rusia tetap berada dalam status siaga dan siap menjalankan misi tempur segera setelah menerima perintah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: