Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Zelensky Sebut Rusia Siapkan Serangan Besar Baru Dan Minta Warga Berlindung

        Zelensky Sebut Rusia Siapkan Serangan Besar Baru Dan Minta Warga Berlindung Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan besar-besaran baru terhadap negaranya. Zelensky langsung menyerukan kepada seluruh penduduk untuk segera mengambil tindakan untuk berlindung.

        Wilayah Kyiv sendiri sempat terkena dampak yang sangat parah akhir pekan lalu oleh serangan bombardir besar-besaran Rusia. Serangan udara masif tersebut menjadi salah satu yang terbesar sejak invasi skala penuh Kremlin pada tahun 2022.

        Pihak Moskow bahkan telah memperingatkan para diplomat asing untuk segera meninggalkan area Kyiv. Rusia mengancam akan meningkatkan serangan sebagai bentuk balasan atas aksi Ukraina di wilayah Luhansk yang diduduki Rusia.

        Serangan Ukraina terhadap asrama dan sekolah menengah kejuruan di wilayah pendudukan tersebut diklaim Moskow menewaskan 21 orang. Zelensky membagikan informasi mengenai rencana serangan balasan baru musuh melalui pesan di media sosial.

        "Kami memiliki informasi intelijen tentang Rusia yang sedang mempersiapkan serangan besar-besaran baru," kata Zelensky.

        "Harap perhatikan peringatan udara, lindungi hidup Anda. Layanan kami bekerja secara efisien dan siap; Angkatan Udara dan para pembela langit kita lainnya akan bertugas 24/7, seperti biasa," lanjutnya.

        Presiden Ukraina telah mengulangi seruannya kepada sekutu untuk mengizinkan dan membiayai pasokan rudal Patriot. Sistem pertahanan udara canggih tersebut dinilai sangat krusial karena dapat mencegat rudal balistik Rusia.

        Zelensky bahkan telah menulis surat khusus kepada Presiden AS Donald Trump dan Kongres AS awal pekan ini. Dirinya meminta pengiriman sistem Patriot untuk menanggapi serangan udara Rusia yang semakin intensif.

        Baca Juga: AS Tata Ulang Pasukan di Eropa, Rusia Bisa Memahami

        Pihak Ukraina juga tercatat telah meningkatkan intensitas serangannya terhadap wilayah pendudukan dan kawasan Rusia. Aksi ini menjadi langkah balasan atas pemboman harian yang dilakukan oleh militer Rusia.

        Upaya yang dimediasi AS untuk menegosiasikan pengakhiran konflik saat ini dilaporkan telah terhenti. Hambatan terjadi sejak pecahnya perang di Timur Tengah yang menyerap perhatian serta sumber daya Washington.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: