Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Relawan Dompet Dhuafa: Penjara Israel Bau Seperti Kandang Anjing

        Relawan Dompet Dhuafa: Penjara Israel Bau Seperti Kandang Anjing Kredit Foto: Al-jazeera
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Jurnalis dan relawan yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) mengungkapkan pengalaman pahit saat diculik dan disiksa oleh tentara Israel Defense Force (IDF) ketika berlayar menuju Gaza, Palestina.

        Jurnalis lepas asal Indonesia, Rahendro Herubowo, menceritakan momen ketika mereka dibawa menggunakan bus menuju Penjara Ktzi’ot di Gurun Negev. Pendingin udara sengaja dinyalakan dengan suhu sangat dingin, sementara bus melaju kencang agar para tawanan menggigil.

        Di sana mereka dimasukkan ke ruangan sempit yang penuh sesak yang dipaksa muat untuk 20-30 orang. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (21/5/2026).

        “Jadi dari dingin, sampai jadi kepanasan, sampai napas aja susah,” kata Heru, dikutip Selasa (2/6).

        Selama penahanan, para tawanan dipaksa berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dengan bentuk penyiksaan berbeda di setiap lokasi.

        Mereka kemudian dijebloskan ke dalam penjara berkerangkeng yang kotor dan berdebu, beratap terpal, dan berbau sangat tidak sedap.

        Baca Juga: Idul Adha Tak Hentikan Serangan Israel, Drone dan Artileri Tetap Hujani Gaza

        “Kayak kandang anjing gitu-lah dari tanda-tanda baunya itu ya,” ungkap relawan Dompet Dhuafa, Ronggo Wirasanu.

        Di sana, mereka dipaksa jongkok dan menjalani ritual sujud paksa sambil diperdengarkan lagu Israel selama dua jam. Setelah itu, para tawanan dipindahkan ke bus tahanan sebelum akhirnya dibebaskan.

        Para WNI yang ditahan akhirnya berhasil tiba di Indonesia pada Minggu (24/5/2026).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: