Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Media Singapura Soroti Rupiah Melemah, Warganya Ramai-Ramai Berburu Diskon di Jakarta

        Media Singapura Soroti Rupiah Melemah, Warganya Ramai-Ramai Berburu Diskon di Jakarta Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Singapura ternyata membawa keuntungan bagi sektor pariwisata Indonesia. Sejumlah wisatawan asal Singapura mengaku semakin tertarik datang ke Jakarta karena biaya belanja dan kuliner yang terasa jauh lebih murah dibandingkan di negara asal mereka.

        Fenomena tersebut bahkan menjadi sorotan media Singapura, The Straits Times, yang menulis bahwa pelemahan rupiah justru meningkatkan daya tarik Jakarta sebagai destinasi wisata belanja dan makanan bagi warga Negeri Singa.

        Nilai tukar dolar Singapura yang belakangan berada di kisaran Rp13.800 membuat daya beli wisatawan meningkat signifikan. Kondisi itu membuat banyak turis merasa dapat memperoleh lebih banyak barang dan pengalaman dengan anggaran yang sama.

        Marcus Tan, wisatawan asal Singapura berusia 38 tahun, mengaku sengaja menyempatkan diri singgah di Jakarta setelah berlibur di Nusa Tenggara Timur. Tujuannya sederhana, yakni memanfaatkan nilai tukar yang menguntungkan untuk berbelanja sebelum kembali ke negaranya.

        "Seratus dolar Singapura benar-benar cukup di sini. Saya bisa membeli lebih banyak, makan lebih banyak, dan tetap merasa menghabiskan lebih sedikit daripada di tanah air," kata Marcus Tan.

        Menurutnya, sejumlah produk yang juga tersedia di Singapura tetap memiliki harga yang lebih murah saat dibeli di Indonesia setelah dikonversi ke mata uang Singapura. Situasi tersebut membuat Jakarta menjadi destinasi yang menarik untuk berburu berbagai kebutuhan maupun produk fesyen.

        Hal serupa dirasakan Noraini Rahmat yang datang ke Jakarta bersama dua saudaranya pada 22 hingga 25 Mei 2026. Perempuan berusia 52 tahun itu menyebut kunjungannya sebagai "maraton belanja besar-besaran" untuk mencari berbagai produk dengan harga lebih terjangkau.

        Dalam kunjungannya, Noraini berburu busana muslim di kawasan Thamrin City, mengunjungi sejumlah pusat perbelanjaan yang menjual merek lokal populer, hingga menikmati wisata kuliner di kawasan Blok M. Ia juga memanfaatkan kapasitas bagasi penerbangan untuk membawa pulang berbagai makanan khas Indonesia.

        Noraini mengakui sempat mendengar pemberitaan mengenai kejahatan jalanan yang ramai diperbincangkan di media sosial. Namun menurutnya, hal tersebut tidak mengubah rencana perjalanan selama tetap menerapkan kewaspadaan dasar seperti saat berada di kota besar lainnya.

        "Tentu saja, ketika video seperti itu menjadi viral, orang-orang akan membicarakannya. Tapi jujur saja, kami hanya mencoba berhati-hati seperti yang kami lakukan di Singapura atau kota besar lainnya," ujarnya.

        Sementara itu, wisatawan lain bernama Nur Syarifah mengaku tetap merasa nyaman beraktivitas di Jakarta meski ada laporan mengenai kasus kriminalitas yang belakangan menjadi perhatian publik. Ia bahkan menilai kemacetan lalu lintas lebih menantang dibandingkan isu keamanan yang ramai diperbincangkan.

        Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.839, Inflasi dan Sentimen Global Jadi Sorotan

        "Anda tetap perlu waspada, tentu saja. Tapi kami tidak merasa tidak aman berjalan-jalan di mal atau area kafe di sini. Sejujurnya, lalu lintas masih lebih menegangkan daripada kejahatan," katanya.

        Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Singapura masih menjadi salah satu penyumbang wisatawan mancanegara terbesar ke Indonesia. Sepanjang kuartal pertama 2026, jumlah kunjungan wisatawan asal Singapura tercatat melampaui 320.000 orang dan menempatkan negara tersebut di posisi kedua setelah Malaysia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: