Rupiah Melemah, Turis Asing Justru Makin Ramai Serbu Indonesia, BPS Catat Lonjakan Wisman
Kredit Foto: Antara/Anis Efizudin
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ternyata membawa efek berbeda bagi sektor pariwisata Indonesia. Di tengah tekanan terhadap daya beli masyarakat dan kekhawatiran pasar, Indonesia justru semakin menarik bagi wisatawan mancanegara yang memperoleh keuntungan dari kurs yang lebih murah.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada April 2026 mencapai 1,25 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 7,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan kunjungan wisatawan asing ini menjadi sinyal bahwa Indonesia masih menjadi destinasi favorit di kawasan Asia Tenggara. Salah satu faktor yang dinilai ikut mendorong adalah biaya liburan yang menjadi lebih kompetitif akibat pelemahan rupiah.
Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisatawan asing sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan. Jumlah itu tumbuh 8,24 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengatakan Malaysia masih menjadi negara penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia. Tren tersebut menunjukkan pasar regional tetap menjadi tulang punggung industri pariwisata nasional.
“Wisatawan asal Malaysia masih menjadi penyumbang kunjungan terbesar ke Indonesia pada April 2026,” kata Pudji dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026).
BPS mencatat wisatawan asal Malaysia mencapai 207.960 kunjungan atau setara 16,65 persen dari total kunjungan wisatawan asing selama April 2026. Kedekatan geografis serta biaya perjalanan yang relatif murah menjadi faktor utama tingginya kunjungan tersebut.
Di posisi kedua terdapat wisatawan asal Australia dengan jumlah 157.960 kunjungan. Angka itu menyumbang sekitar 12,65 persen dari total wisatawan asing yang datang ke Indonesia.
Sementara itu, wisatawan asal Tiongkok menempati posisi ketiga dengan 133.990 kunjungan. Kontribusinya mencapai 10,73 persen dari keseluruhan wisatawan mancanegara pada April 2026.
Gabungan wisatawan dari Malaysia, Australia, dan Tiongkok menyumbang hampir 40 persen dari total kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Ketiga negara tersebut masih menjadi pasar utama yang menopang pertumbuhan sektor pariwisata nasional.
Di sisi lain, pergerakan wisatawan nusantara justru mengalami penurunan secara tahunan pada April 2026. Kondisi ini terjadi karena basis pembanding tahun lalu bertepatan dengan momentum mudik dan libur Lebaran yang mendorong lonjakan perjalanan domestik.
Jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada April 2026 tercatat sebanyak 97,55 juta perjalanan. Angka itu turun 24,14 persen dibandingkan April 2025.
Baca Juga: Media Singapura Soroti Rupiah Melemah, Warganya Ramai-Ramai Berburu Diskon di Jakarta
Meski demikian, aktivitas wisata domestik secara keseluruhan masih menunjukkan daya tahan yang cukup kuat. Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 417,06 juta perjalanan atau meningkat 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Data BPS ini memperlihatkan bahwa pelemahan rupiah tidak selalu membawa dampak negatif bagi seluruh sektor ekonomi. Bagi industri pariwisata, kurs yang lebih rendah justru membuat Indonesia semakin murah dan menarik di mata wisatawan asing yang memiliki mata uang lebih kuat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: