Google Butuh Dana Jumbo! Alphabet Lepas Saham Rp1.424 Triliun, Warren Buffett Ikut Masuk
Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Alphabet, perusahaan induk Google, berencana menghimpun dana sebesar US$80 miliar atau sekitar Rp1.424 triliun untuk mendanai pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di tengah lonjakan permintaan layanan AI dari konsumen maupun pelaku usaha.
Mengutip laporan TechCrunch, Selasa (2/6/2026), Alphabet akan menjual saham senilai US$80 miliar dan menggunakan dana tersebut untuk berbagai kebutuhan korporasi, termasuk belanja modal (capital expenditure/capex) guna memperluas infrastruktur AI dan kapasitas komputasi global.
Dalam pernyataannya, Alphabet menyebut permintaan terhadap solusi dan layanan AI saat ini telah melampaui kapasitas yang tersedia.
Baca Juga: Untung Besar di RI, DPR Gerah Google hingga Netflix Tak Bayar Pajak
Baca Juga: Google hingga Netflix Diusulkan Kena Pajak Khusus, Negara Bisa Raup Triliunan
"Perusahaan mengalami permintaan yang kuat terhadap solusi dan layanan AI dari perusahaan dan konsumen, pada tingkat yang melampaui pasokan yang tersedia saat ini," kata Alphabet.
Sebagai bagian dari rencana tersebut, Alphabet akan menjual saham senilai US$10 miliar kepada Berkshire Hathaway, konglomerasi investasi yang selama puluhan tahun dipimpin investor legendaris Warren Buffett.
Sementara itu, sisa dana sebesar US$70 miliar akan diperoleh melalui penawaran saham kepada investor senilai US$30 miliar dan penjualan bertahap saham di pasar terbuka sebesar US$40 miliar.
Alphabet menilai ekspansi infrastruktur AI diperlukan untuk menangkap peluang pertumbuhan bisnis yang semakin besar. Perseroan juga menyebut penggalangan dana melalui penerbitan saham dapat membantu membiayai investasi jumbo tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap neraca keuangan.
"Dengan meningkatkan skala investasinya, perusahaan berupaya memperluas infrastruktur dasar untuk mendukung peluang pertumbuhan signifikan di masa mendatang," tulis Alphabet.
Alphabet bahkan memperkirakan belanja modalnya akan meningkat signifikan pada 2027 seiring kebutuhan pengembangan pusat data, layanan cloud, serta keluarga model AI Gemini.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: