Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dituduh Sering Ketiduran Saat Rapat, Menlu AS Pasang Badan Bela Donald Trump

        Dituduh Sering Ketiduran Saat Rapat, Menlu AS Pasang Badan Bela Donald Trump Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio pasang badan membela Presiden Donald Trump dari kritik tajam anggota DPR AS, Ted Lieu, dalam rapat Komite Hubungan Luar Negeri. Perdebatan sengit tersebut dipicu oleh tudingan Lieu yang menyebut Trump kerap tertidur saat rapat kabinet berlangsung.

        Rubio membantah keras klaim tersebut dan menegaskan dirinya tidak pernah sekalipun melihat Trump tidur di tengah jalannya rapat. Sebaliknya, ia mengungkapkan bahwa sang presiden justru memiliki kebiasaan bekerja dengan jam kerja yang sangat panjang.

        "Itu salah. Saya belum pernah melihatnya tertidur," kata Rubio dalam rapat parlemen, Jumat 5 Juni 2026.

        Lieu, yang merupakan politikus Partai Demokrat asal California, langsung menuduh Rubio berbohong dan menunjukkan bukti video yang menampilkan Trump memejamkan mata. Ia juga memperlihatkan laporan media France 24 mengenai kekhawatiran kondisi kesehatan Trump karena kedapatan memejamkan mata pada seremoni Memorial Day.

        Lieu berargumen bahwa performa Trump yang tampak memejamkan mata di depan kamera tersebut bisa membuat sang presiden terlihat lemah di mata musuh. Menanggapi tuduhan tersebut, Rubio menilai pertanyaan mengenai gangguan kemampuan kognitif Trump sebagai sesuatu yang sangat tidak masuk akal.

        "Dia bekerja dengan jam kerja yang tidak manusiawi. Saya pernah melakukan perjalanan ke luar negeri dengan Presiden dan dia tidak tidur sepanjang penerbangan," ujar Rubio membela Trump.

        Rubio menceritakan bagaimana energetiknya Trump yang kerap berjalan di lorong pesawat saat kunjungan luar negeri untuk mencari orang yang bisa diajak bicara ketika rombongan lain sudah terlelap. Ia bahkan berseloroh sering mendapatkan panggilan telepon dari Trump pada pukul 02.00 dan 05.00 pagi saat dirinya sedang beristirahat.

        Mantan rival Trump di internal partai tersebut menjamin bahwa publik boleh saja tidak menyukai arah kebijakan politik yang diambil oleh pemerintah. Namun, ia memastikan kondisi fisik sang presiden saat ini berada dalam kondisi prima dan sama sekali tidak mengalami penurunan fungsi kognitif.

        Baca Juga: 'Terkubur Dalam di Bawah Gunung,' Bahan Nuklir Iran Hanya Bisa Diambil Amerika dan China, Kata Trump

        "Anda mungkin tidak menyukai keputusan yang telah dia buat. Tetapi saya jamin, ini bukan presiden yang tertidur atau mengalami gangguan kognitif dalam bentuk apa pun," tegas Rubio.

        Trump sendiri sebelumnya sempat memberikan klarifikasi mengenai momen matanya yang kedapatan terpejam dalam beberapa agenda kedinasan. Ia secara terbuka menyebut jalannya rapat kabinet memang sangat membosankan, tetapi menolak jika kondisi refleks memejamkan mata tersebut dikaitkan dengan masalah gangguan kesehatan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: