Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pendapatan DKI 2025 Tembus Rp80 Triliun, Capai 94,76 Persen Target

        Pendapatan DKI 2025 Tembus Rp80 Triliun, Capai 94,76 Persen Target Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan realisasi pendapatan daerah mencapai Rp80,03 triliun atau sebesar 94,76 persen dari target Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2025 Rp84,45 triliun.

        Pendapatan tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah.

        Hal tersebut disampaikan Pramono dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, pada Senin (8/6/2026).

        “PAD terealisasi sebesar Rp51,22 triliun atau 94,50 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut didukung oleh kinerja penerimaan pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Pemprov DKI, Selasa (9/6).

        Sementara itu, Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025 dianggarkan sebesar Rp85,98 triliun dengan realisasi mencapai Rp76,10 triliun atau sebesar 88,51 persen. Realisasi tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan publik di Jakarta.

        Menurut Gubernur Pramono, porsi terbesar belanja daerah terserap pada Belanja Operasi yang mencakup kebutuhan pelayanan pemerintahan, subsidi, bantuan sosial, belanja pegawai, serta belanja barang dan jasa guna mendukung penyelenggaraan pembangunan daerah. Selain itu, Belanja Modal juga terealisasi sebesar Rp13,15 triliun untuk mendukung pembangunan dan penyediaan infrastruktur serta sarana pelayanan publik bagi masyarakat Jakarta.

        Gubernur Pramono menambahkan, pelaksanaan APBD 2025 diarahkan untuk mendukung empat prioritas pembangunan daerah, yakni peningkatan kualitas lingkungan dan infrastruktur kota, akselerasi pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang adaptif.

        Baca Juga: STY Jadi Pelatih Persjia, Pramono Bantah Pemprov DKI Ikut 'Cawe-Cawe'

        “Berdasarkan realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah tersebut, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 tercatat sebesar Rp5,82 triliun,” jelasnya.

        Dalam kesempatan itu, Gubernur Pramono juga menyampaikan kondisi neraca keuangan daerah per 31 Desember 2025. Total aset Pemprov DKI Jakarta tercatat sebesar Rp758,57 triliun dengan kewajiban sebesar Rp17,97 triliun dan ekuitas sebesar Rp740,60 triliun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: