Iran Tegaskan Selat Hormuz Bukan Perairan Internasional, Akan Baku Tembak Jika Ada Pasukan Asing
Kredit Foto: Istimewa
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz bukan merupakan perairan internasional, melainkan wilayah yang terbagi antara Iran dan Oman berdasarkan batas maritim yang dinilai jelas.
Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi melalui unggahan di media sosial X pada Selasa (9/6), yang kemudian dikutip media Iran Press TV pada Rabu (10/6/2026), di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Teluk.
“Selat Hormuz BUKAN perairan internasional tetapi dibagi antara Iran dan Oman, dan terletak ribuan mil jauhnya dari pantai Amerika Serikat. Batas maritim sangat jelas,” tulis Araghchi.
Dalam unggahannya, diplomat senior Iran itu juga menyertakan peta yang menunjukkan pembagian wilayah maritim di kawasan strategis tersebut, sekaligus menegaskan klaim kedaulatan Iran dan Oman atas jalur air penting bagi perdagangan energi global itu.
Araghchi menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran selalu siaga terhadap setiap potensi pelanggaran wilayah udara, darat, maupun perairan Iran.
Ia juga memperingatkan bahwa keberadaan pasukan asing di sekitar wilayah tersebut memiliki risiko tinggi, termasuk kemungkinan terjadinya insiden yang tidak diinginkan hingga baku tembak.
“Pasukan asing di dekat wilayah kita selalu berisiko karena kesalahan manusia, kecelakaan biasa, atau berpotensi terjebak dalam baku tembak,” ujarnya.
Menurutnya, satu-satunya cara untuk mengurangi risiko tersebut adalah dengan menarik pasukan asing dari kawasan yang disebut Iran sebagai lingkungan yang tidak bersahabat bagi kehadiran musuh.
“Untuk mengurangi risiko, solusi terbaik adalah agar pasukan asing segera meninggalkan lingkungan yang tidak akan pernah ramah terhadap kehadiran musuh,” tambahnya.
Araghchi menegaskan bahwa Iran tetap membuka ruang diplomasi, namun di sisi lain juga memiliki kemampuan untuk merespons dengan cara berbeda jika diperlukan.
Ia menyebut Angkatan Bersenjata Iran telah menunjukkan kesiapan dalam berbagai episode ketegangan sebelumnya, termasuk dalam merespons apa yang disebutnya sebagai agresi asing terhadap negara tersebut.
Baca Juga: 'Mereka Merasa Sedang Menang,' Iran Berubah Drastis hingga Bikin Retak Hubungan Amerika dan Israel
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya sensitivitas keamanan di kawasan Teluk, terutama terkait Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia.
Ketegangan juga meningkat setelah Iran memperketat kontrol di wilayah perairan tersebut menyusul dinamika konflik dan kebijakan blokade yang sebelumnya dikaitkan dengan Amerika Serikat.
Selat Hormuz sendiri selama ini dikenal sebagai choke point penting global, di mana sebagian besar pasokan minyak dunia melintas setiap harinya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: