Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Refly Harun Ungkap 3 Alasan Publik 'Tidak Suka' Prabowo

        Refly Harun Ungkap 3 Alasan Publik 'Tidak Suka' Prabowo Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat politik Refly Harun mengungkapkan tiga alasan yang membuat sebagian masyarakat ‘tidak menyukai’ Presiden Prabowo Subianto.

        Menurut Refly, alasan pertama muncul ketika Prabowo menggandeng Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.

        "Jadi orang kemudian mati rasa cintanya atau mati jalan untuk mencintai ketika Prabowo menggandeng Gibran Rakabumi Raka. Why Gibran? Apakah karena dia sophisticated leader sudah proven? No. Karena dia adalah putra Jokowi yang bisa menggerakkan state aparatus, state financial resources, dan state facilities untuk memenangkan pemilu," ucap Refly dalam kanal YouTube Refly Harun, Kamis (11/6).

        Alasan kedua adalah karena Prabowo dianggap ‘menggandeng’ Jokowi dalam pemenangan Pilpres 2024. Dengan begitu, ia bisa memanfaatkan fasilitas yang masih dikuasai presiden aktif saat itu.

        Sedangkan alasan ketiga adalah dugaan kecurangan pemilu. Refly menilai terdapat banyak indikator yang menunjukkan Pilpres 2024 tidak fair.

        "Sebagai contoh adalah suara untuk pemilihan pilpres itu jauh lebih banyak dibandingkan suara untuk pemilu legislatif. Di Pemilu Legislatif kok PDIP yang juara satu sementara Gerindra yang mengusung Prabowo hanya juara 3 saja. Ini juga sangat aneh karena kalau kita bicara tentang coattail effect harusnya yang menang ya Gerindra," tandasnya.

        Sebagai informasi, pada Pilpres 2024, pasangan Prabowo-Gibran iusung oleh koalisi besar bernama Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang terdiri dari gabungan partai politik parlemen (yang memiliki kursi di DPR RI periode 2019–2024) serta beberapa partai nonparlemen.

        Baca Juga: Prabowo Soal Rela Bolak-balik Luar Negeri: Indonesia Dicari, Saya Baik Sama Putin dan Trump

        Partai Parlemen:

        - Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya)

        - Partai Golkar (Golongan Karya)

        - PAN (Partai Amanat Nasional)

        - Partai Demokrat

        Partai Nonparlemen:

        - PSI (Partai Solidaritas Indonesia)

        - Partai Bulan Bintang (PBB)

        - Partai Gelora (Gelombang Rakyat Indonesia)

        - Partai Garuda (Garda Republik Indonesia)

        - Partai Prima (Partai Rakyat Adil Makmur — bertindak sebagai partai pendukung)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: