Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Setelah Diblokir Setahun, Roblox Kembali Diizinkan Beroperasi di Rusia

        Setelah Diblokir Setahun, Roblox Kembali Diizinkan Beroperasi di Rusia Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Rusia resmi mencabut pembatasan terhadap platform gim daring Roblox setelah perusahaan tersebut dinilai telah memenuhi sejumlah persyaratan hukum terkait perlindungan pengguna, khususnya anak-anak.

        Kementerian Pengembangan Digital, Komunikasi, dan Media Massa Rusia pada Rabu (11/6/2026) menyatakan Roblox telah menerapkan berbagai langkah tambahan untuk meningkatkan keamanan anak di platformnya.

        Dalam keterangannya, kementerian juga menyebut Roblox berkomitmen melanjutkan upaya pencegahan penyebaran konten yang dianggap tidak sesuai atau berbahaya bagi pengguna.

        “Roblox berjanji untuk melanjutkan upaya memerangi penyebaran konten yang tidak diinginkan di platform tersebut,” demikian pernyataan kementerian.

        Dilansir dari The Moscow Times, regulator media Rusia, Roskomnadzor, sebelumnya memblokir akses ke Roblox pada tahun lalu. Otoritas saat itu menilai platform yang berbasis di Amerika Serikat tersebut menyebarkan materi ekstremis dan mempromosikan apa yang oleh pemerintah Rusia disebut sebagai propaganda LGBT.

        Selain itu, Roskomnadzor mengklaim sejumlah anak pengguna Roblox menjadi sasaran pelecehan seksual, diminta mengirimkan foto pribadi, hingga didorong melakukan tindakan yang dianggap menyimpang dan mengandung unsur kekerasan.

        Pemblokiran Roblox sempat memicu reaksi luas dari kalangan pengguna muda di Rusia. Juru bicara Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan pemerintah menerima banyak keluhan dari anak-anak setelah akses ke platform tersebut ditutup.

        Pada periode yang sama, Yekaterina Mizulina, aktivis yang dikenal mendukung kebijakan sensor internet pemerintah Rusia, mengaku menerima sekitar 63.000 surat dari anak-anak berusia 8 hingga 16 tahun terkait pemblokiran Roblox. Menurutnya, sekitar separuh pengirim surat menyatakan keinginan meninggalkan Rusia setelah akses ke platform tersebut ditutup.

        Baca Juga: Indonesia Menjadi Salah Satu Negara Pertama Yang Menerapkan Roblox Kids dan Roblox Select

        Baca Juga: Anak-anak Pakai Kode Morse di Roblox, Pembatasan Fitur Chat Perlu Dilakukan

        Menanggapi berbagai tuduhan tersebut, Roblox menegaskan seluruh konten di platformnya diawasi melalui kombinasi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan moderasi manusia. Perusahaan menyatakan sistem tersebut digunakan untuk mendeteksi serta menghapus konten yang bersifat eksploitatif atau membahayakan pengguna.

        Dengan dicabutnya pembatasan tersebut, pengguna Roblox di Rusia kini kembali dapat mengakses platform secara normal.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: