Harga Roti dan Daging Meledak, Iran Dihantam Inflasi Brutal
Kredit Foto: Reuters/Lisi Niesner
Mantan penasihat ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-40 Ronald Reagan, Steve Hanke, mengungkapkan bahwa inflasi Iran saat ini mencapai 123% per tahun (YoY).
Menurut Hanke, angka tersebut menempatkan Iran sebagai negara dengan inflasi tertinggi ketiga di dunia, hanya di bawah Venezuela dan Korea Utara.
"Hari ini, saya mengukur inflasi Iran pada tingkat yang Menghukum sebesar 123% per tahun. Itu adalah tingkat TERTINGGI KE-3 DI DUNIA, hanya di belakang Venezuela (ke-1), dan Korea Utara (ke-2)," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (12/6).
Hanke, yang juga Profesor Ekonomi Terapan di Johns Hopkins University, mengklaim dirinya sebagai satu-satunya sumber akurat untuk pengukuran inflasi di Iran, Venezuela, dan Korea Utara.
"SAYA TETAP MENJADI SATU-SATUNYA SUMBER YANG AKURAT UNTUK PENGUKURAN INFLASI DI IRAN, VENEZUELA, DAN KOREA UTARA," tandasnya.
Baca Juga: RI Jadi Sasaran AS Setelah Iran? Pengamat Militer Wanti-wanti
Sebagai catatan, laporan resmi terbaru dari Bank Sentral Iran (CBI) dan proyeksi IMF menunjukkan inflasi tahunan Iran berada di kisaran 53,9% hingga 77,2%.
Namun, inflasi barang kebutuhan pokok harian seperti roti, sereal, minyak, dan daging melonjak lebih parah, menembus 113% hingga 140% akibat hancurnya rantai pasok pasca-perang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya