Iran Balik Ancam AS: Perang Ekonomi Tak Akan Bikin Teheran Menyerah
Kredit Foto: Istimewa
Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref menilai Amerika Serikat (AS) kini mengandalkan tekanan ekonomi untuk menutupi kegagalan militernya. Teheran menegaskan akan menghadapi tekanan tersebut dengan strategi ekonomi dan persatuan nasional.
Aref menyampaikan pernyataan itu dalam pertemuan Markas Besar Regulasi Pasar. Dia menilai perang ekonomi menjadi tantangan baru yang harus dihadapi pemerintah Iran.
“Musuh sekarang ingin mengimbangi kekalahannya di bidang militer melalui perang ekonomi dan pemerintah harus bersikap tegas terhadap pendekatan ini dengan perencanaan yang tepat,” katanya, dikutip dari Al Jazeera, Senin (17/8/2026).
Menurut Aref, AS mungkin memiliki sumber daya yang lebih besar dibandingkan Iran. Namun, pengalaman perang terbaru dinilai menunjukkan bahwa persatuan dan kohesi nasional dapat menjadi faktor penting untuk menghadapi tekanan.
Aref juga meminta para pejabat Iran mengesampingkan kepentingan faksional dan politik. Dia menekankan kepentingan nasional harus menjadi prioritas dalam menghadapi tekanan dari Washington.
Di sektor ekonomi, Aref menyerukan pengawasan pasar yang lebih ketat. Regulator juga diminta menindak praktik penentuan harga yang tidak wajar, pengurangan timbangan, hingga penimbunan barang.
Tekanan ekonomi terhadap Iran sebelumnya memang semakin kuat setelah Presiden AS Donald Trump menerapkan sanksi berat dan blokade angkatan laut. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menekan Teheran agar mengubah sikapnya.
The Wall Street Journal melaporkan, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengklaim kebijakan blokade telah membuat mata uang Iran semakin tertekan. Inflasi Iran bahkan disebut telah menembus angka tiga digit.
Blokade laut AS juga berdampak terhadap ekspor minyak Iran. Pengiriman minyak dari Pulau Kharg dilaporkan turun mendekati nol pada Juli lalu.
Cadangan minyak terapung Iran juga disebut menyusut drastis. Jumlahnya turun dari sekitar 180 juta barel menjadi hanya sekitar 60 juta barel.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: