Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Macron Buka Suara soal Damai AS-Iran, Desak Selat Hormuz Segera Dibuka Tanpa Syarat!

        Macron Buka Suara soal Damai AS-Iran, Desak Selat Hormuz Segera Dibuka Tanpa Syarat! Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut baik kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menyebut kesepakatan ini sebagai hasil dari upaya diplomatik yang melibatkan banyak pihak.

        "Saya menyambut baik kesepakatan yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran, hasil dari upaya diplomatik yang melibatkan beberapa mitra. Saya menyerukan implementasi yang cepat dan penuh oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik," kata Macron dalam unggahan media sosial, dilansir Al Jazeera, Senin (15/6/2026).

        Macron menegaskan Selat Hormuz harus segera dibuka tanpa syarat apapun. Pembukaan jalur ini disebutnya sangat krusial bagi stabilitas ekonomi global.

        "Perjanjian ini harus memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara mendesak dan tanpa syarat, yang siap didukung oleh misi internasional yang dibentuk bersama Inggris. Sumber daya sudah tersedia dan siap dikerahkan," katanya.

        Misi internasional bersama Inggris bahkan sudah disiapkan untuk mendukung proses ini. Macron menyebut kesiapan tersebut sebagai bukti keseriusan dalam menjaga jalur pelayaran strategis itu.

        Ia juga menyoroti pentingnya lalu lintas maritim yang bebas dari hambatan. Tanpa batasan atau pungutan, kelancaran jalur ini disebut menjadi kunci stabilitas kawasan.

        Baca Juga: Iran dan Amerika Berdamai, Trump Langsung Buka Selat Hormuz: Biarkan Minyak Mengalir

        "Pembukaan kembali lalu lintas maritim, tanpa batasan atau pungutan, sangat penting untuk stabilitas regional dan ekonomi global," tambahnya.

        Pernyataan Macron ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai dengan Iran telah resmi tercapai. Kedua negara dijadwalkan menandatangani perjanjian damai pada 19 Juni mendatang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: