Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Selat Hormuz Kembali Memanas, IRGC Disebut Serang Dua Kapal Komersial dengan Rudal

Selat Hormuz Kembali Memanas, IRGC Disebut Serang Dua Kapal Komersial dengan Rudal Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan menembakkan sedikitnya dua rudal ke arah kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz. Serangan itu disebut mengakibatkan dua kapal mengalami kerusakan.

Laporan tersebut disampaikan media Amerika Serikat, Axios, yang mengutip dua pejabat AS. Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi.

Axios menyebut dua kapal komersial mengalami kerusakan parah akibat serangan tersebut. Identitas kapal maupun pemiliknya belum diungkap dan tidak ada laporan korban jiwa.

Sementara itu, Wall Street Journal melaporkan IRGC sebelumnya telah memperingatkan kapal-kapal yang melintas melalui radio maritim. Peringatan itu menyebut rudal dan drone Iran siap menyerang.

Menurut laporan Wall Street Journal, salah satu kapal yang menjadi sasaran diduga merupakan kapal tanker LNG Al Rekayyat milik Nakilat atau Perusahaan Transportasi Gas Qatar. Kapal itu dilaporkan diserang saat berada di kawasan Teluk Oman.

"Kebakaran di ruang mesin dan penuh asap. Tidak dapat menilai kerusakan lebih lanjut. Seluruh awak kapal selamat dan berkumpul di sisi lambung kanan," demikian laporan Wall Street Journal.

Secara terpisah, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) juga melaporkan sebuah kapal tanker terbakar setelah dihantam proyektil tak dikenal di perairan timur Limah, Oman. Tidak ada korban jiwa maupun pencemaran lingkungan dalam insiden tersebut.

Baca Juga: Lawan Penolakan Amerika, Iran Ngotot Akan Terapkan Kebijakan Tarif Kapal di Selat Hormuz

Reuters menyebut belum dapat memverifikasi laporan Axios maupun memastikan apakah kapal yang dilaporkan UKMTO merupakan kapal yang sama. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) juga belum memberikan pernyataan.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melintasi kawasan tersebut sehingga setiap insiden keamanan berpotensi memengaruhi perdagangan energi dunia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: