Kredit Foto: Istimewa
Rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo berkeliling ke 38 provinsi di Indonesia terus menjadi perhatian publik. Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan penjelasan mengenai agenda besar yang akan dijalankan Jokowi tersebut.
PSI membantah anggapan bahwa perjalanan Jokowi ke berbagai daerah merupakan safari politik. Menurut partai berlambang mawar itu, kegiatan tersebut lebih merupakan upaya memenuhi undangan masyarakat setelah kondisi kesehatan Jokowi kembali pulih.
Wakil Ketua Umum PSI, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa agenda Jokowi bukanlah bagian dari manuver politik menjelang kontestasi tertentu.
"Ini bukan safari politik sebetulnya. Ini lebih ke arah bagaimana seperti yang sudah disampaikan Pak Jokowi itu memenuhi sejumlah undangan dari masyarakat, termasuk juga kalau ada kegiatan-kegiatan di Partai Solidaritas Indonesia," kata Isyana di Kantor DPP PSI, dikutip dari Antara, Rabu (17/6).
Baca Juga: Rocky Gerung Buka-bukaan: Jokowi Akan Tipu PSI, Lebih Mudah Tipu Anak!
Isyana menjelaskan, Jokowi kini telah kembali dalam kondisi sehat sehingga bisa menghadiri berbagai kegiatan yang sebelumnya tertunda.
"Pak Jokowi, yang seperti disampaikan, bahwa saat ini kondisinya sudah sehat dan sudah bisa lagi memenuhi undangan yang ada dari seluruh masyarakat," ujarnya.
Meski demikian, Isyana memilih irit bicara ketika ditanya mengenai kemungkinan posisi resmi Jokowi di PSI. Ia hanya memberikan jawaban singkat yang memicu rasa penasaran.
"Kita tunggu saja," ungkapnya.
Lebih lanjut, PSI mengaku saat ini masih fokus melakukan penguatan organisasi internal. Persiapan menuju tahapan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual pada 2027 disebut menjadi prioritas utama partai.
"Kalau saat ini PSI tengah fokus untuk membentuk struktur. Saat ini yang difokuskan adalah itu," tambah Isyana.
Sebelumnya, Ketua DPP PSI, Bestari Barus, mengungkapkan bahwa Jokowi dijadwalkan mengunjungi seluruh provinsi di Indonesia. Lampung disebut menjadi titik awal perjalanan yang akan dimulai pada akhir Juni 2026, sebelum berlanjut ke wilayah lain termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Jadi gini, bahwa 38 provinsi ini akan dikunjungi oleh beliau yang berdasarkan undangan maupun ada program safari beliau sebagai mantan presiden ya, Presiden ke-7, menyambangi masyarakat ya kan. Gitu, jadi nanti 38 provinsi itu didatangi gitulah," ujar Bestari pada Minggu (14/6/2026).
Baca Juga: Geger! PDIP Serahkan Dokumen Jokowi ke Roy Suryo Cs
Bestari sebelumnya juga berharap rangkaian kunjungan tersebut dapat menjadi momentum bagi Jokowi untuk menyampaikan secara langsung kepada masyarakat mengenai kedekatannya dengan PSI.
Ia berharap masyarakat mengetahui bahwa saat ini Jokowi berada bersama PSI dan bukan lagi bagian dari PDIP. Pernyataan itu pun semakin memanaskan spekulasi publik terkait hubungan politik Jokowi dengan partai yang kini dipimpin oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
Dengan agenda kunjungan ke 38 provinsi yang segera dimulai, perhatian publik kini tertuju pada langkah-langkah Jokowi berikutnya. Terlebih, hingga saat ini PSI masih belum memberikan kepastian mengenai posisi resmi sang mantan presiden di dalam partai tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: