Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Di Sela KTT G7, Trump Tegaskan AS Siap Angkat Senjata Lagi Jika Iran Ingkar Janji

        Di Sela KTT G7, Trump Tegaskan AS Siap Angkat Senjata Lagi Jika Iran Ingkar Janji Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras akan kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran. Peringatan ini tetap disuarakan meskipun kedua negara baru saja menandatangani kesepakatan gencatan senjata sementara.

        Ketegangan baru ini mencuat di tengah upaya internasional untuk menyudahi konflik bersenjata yang telah pecah sejak akhir Februari lalu. Trump menuntut kepatuhan mutlak dari otoritas Teheran terhadap seluruh poin perjanjian yang telah disepakati bersama.

        "Kita akan membombardir mereka habis-habisan jika mereka melanggar perjanjian. Saya ingin mereka menghormati perjanjian itu," kata Donald Trump dalam konferensi pers di sela-sela KTT G7 di Prancis, Rabu (18/6/2026).

        Gencatan senjata selama 60 hari ini sejatinya diproyeksikan sebagai jembatan menuju perundingan damai permanen. Dokumen nota kesepahaman tersebut bahkan sudah ditandatangani secara digital oleh Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

        Poin kesepakatan mencakup penghentian perang, pembukaan Selat Hormuz, hingga rencana rehabilitasi ekonomi senilai 300 miliar dolar AS. Nilai dana pemulihan ekonomi tersebut setara dengan kisaran Rp5.310 triliun.

        Baca Juga: Datang Telat, Trump di Hadapan Pemimpin Dunia di KTT G7 Prancis: 'Gue Boss-nya!'

        "Netanyahu orang yang baik, tetapi kadang sedikit terlalu bersemangat. Saya katakan kepadanya, Anda bisa sedikit lebih lembut," ujar Trump yang juga mengkritik agresivitas militer Israel di Lebanon.

        Di sisi lain, sejumlah isu sensitif seperti kepemilikan uranium dan rudal balistik Iran nyatanya masih belum menemui titik temu. Namun, Trump kini mulai melunak dengan menganggap kepemilikan rudal oleh Iran sebagai hal yang lumrah demi keadilan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: