Prabowo Diberi Data Salah? Susana Ternyata Bukan Pengupas Bawang dan Gajinya Cuma Rp700 Perak
Kredit Foto: Ist
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai seorang perempuan bernama Susana dalam pidato kenegaraan kembali menjadi sorotan. Pasalnya, pekerjaan dan besaran upah yang disebut Prabowo berbeda dengan informasi yang beredar dalam materi publikasi pemerintah.
Dalam pidatonya di Gedung DPR/MPR RI, Prabowo memperkenalkan Susana sebagai salah satu penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako yang disebut telah terbantu secara ekonomi.
“Hari ini hadir bersama kita Ibu Susana dari Kabupaten Bogor. Dia bekerja sebagai buruh harian. Buruh harian mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram,” ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut kemudian dipertanyakan pegiat media sosial Ferry Koto. Berdasarkan video yang dipublikasikan Badan Komunikasi (Bakom) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), terungkap informasi berbeda mengenai pekerjaan Susana.
Baca Juga: 'Semua Orang Cocok Dampingi Anies Baswedan di Pilpres 2029, Kecuali Gibran bin Jokowi'
“Ternyata apa yg diucapkan Presiden Prabowo di sidang Tahunan MPR tentang pengupas bawang dengan upah Rp700.000/kg, berbeda dengan apa yang dipublikasikan anak buahnya di BAKOM dan KOMDIGI,” kata Ferry di akun X.
Alih-alih sebagai buruh pengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram, Susanah dalam informasi yang disoroti Ferry justru disebut bekerja sebagai penjahit kain perca. Upah yang tercantum juga hanya Rp700 per kilogram.
“Sudahlah yang disampaikan Presiden ndak masuk nalar, ternyata BAKOM tak menyebut pekerjaan Susanah sebagai pengupas bawang, tapi penjahit kain perca yang dibayar Rp700 per kilogram,” ujarnya.
Perbedaan informasi tersebut kemudian membuat Ferry mempertanyakan sumber data yang diterima Presiden sebelum disampaikan dalam forum kenegaraan. Menurutnya, persoalannya tidak berhenti pada apakah Prabowo mengetahui kondisi pekerjaan Susana atau tidak.
Baca Juga: Kenapa Pidato Prabowo Selalu Blunder? Said Didu Singgung Dua Kemungkinan
“Jadi ini bukan sekadar Presiden Prabowo tidak paham realitas rakyatnya, yang lebih memprihatinkan anak buah Presiden menyampaikan hal berbeda ke Presiden yang diucapkan di sidang MPR,” ungkapnya.
Ferry bahkan menilai perbedaan tersebut memperlihatkan adanya persoalan komunikasi di internal pemerintahan. Ia mempertanyakan informasi mana yang seharusnya menjadi acuan masyarakat.
“Bayangkan, seperti apa kacau balaunya di dalam pemerintahan saat ini. Entah informasi mana yang bisa dipercaya masyarakat,” imbuh Ferry.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: