Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Penjualan Naik, Paperocks Indonesia (PPRI) Bidik Pertumbuhan Laba 5% Tahun Ini

        Penjualan Naik, Paperocks Indonesia (PPRI) Bidik Pertumbuhan Laba 5% Tahun Ini Kredit Foto: Annisa Nurfitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) menargetkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih masing-masing sekitar 5% pada 2026, setelah membukukan laba bersih Rp2,9 miliar sepanjang 2025.

        Direktur Utama PPRI Irsyad Hanif mengatakan target tersebut akan dicapai melalui penguatan pasar, penambahan armada distribusi, perluasan tim penjualan, serta peningkatan kualitas produk dan layanan.

        “Kami menargetkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih kurang lebih sekitar 5% pada tahun 2026. Melalui penambahan armada dan tim sales kami optimis target pertumbuhan kinerja tersebut dapat tercapai,” ujar Irsyad Hanif dalam acara Public Expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (18/6/2026).

        Perseroan juga memproyeksikan kinerja kuartal II-2026 membaik. Penjualan ditargetkan mencapai Rp80,53 miliar atau meningkat 2,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba kotor diproyeksikan naik 6,01% menjadi Rp12,88 miliar, sementara laba tahun berjalan ditargetkan mencapai Rp1,89 miliar atau tumbuh 5,07%.

        “Sedangkan untuk laba tahun berjalan, Perseroan memproyeksikan angka senilai Rp1,89 miliar, atau naik sebesar 5,07% dibanding realisasi laba tahun berjalan di periode sama di tahun sebelumnya,” kata Irsyad.

        Berdasarkan laporan keuangan yang telah disahkan dalam RUPST, PPRI membukukan penjualan sebesar Rp154,8 miliar pada 2025, meningkat 4,9% dibandingkan Rp147,6 miliar pada tahun sebelumnya.

        Laba kotor juga meningkat tipis menjadi Rp23,7 miliar dari Rp23,6 miliar pada 2024.

        Meski demikian, laba bersih Perseroan turun menjadi Rp2,9 miliar dari Rp4,5 miliar pada 2024.

        Sejalan dengan target pertumbuhan tahun ini, pemegang saham juga menyetujui untuk tidak membagikan dividen dari laba tahun buku 2025. Perseroan memutuskan menahan seluruh laba guna memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi usaha.

        “Tidak ada pembagian dividen. Dana akan digunakan untuk memperkuat modal guna meningkatkan kinerja pada 2026,” ujar Irsyad.

        Untuk mencapai target pertumbuhan, Perseroan akan meningkatkan kualitas produk dan layanan, memperluas pasar yang sudah ada, serta lebih agresif mencari pelanggan dan pasar baru.

        PPRI juga akan mengembangkan produk kemasan ramah lingkungan sejalan dengan meningkatnya permintaan pasar terhadap kemasan berbasis kertas.

        Baca Juga: Provident Investasi Bagikan Dividen Rp50 Miliar dari Laba Bersih Buku 2025

        Baca Juga: Laba PTK Tembus Rp1,32 Triliun, Melonjak 23% pada 2025

        Menurut Irsyad, strategi tersebut didukung oleh prospek industri makanan dan minuman yang masih tumbuh. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, produk domestik bruto industri makanan dan minuman nasional tumbuh 6,49%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,58%.

        Selain memperluas pasar, Perseroan akan terus meningkatkan penggunaan bahan baku ramah lingkungan dan memperkenalkan produk berbahan daur ulang untuk menjawab kebutuhan pelanggan serta tren keberlanjutan di industri kemasan.

        “Melalui strategi bisnis yang tepat, kami yakin kinerja Perseroan akan terus tumbuh,” kata Irsyad.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: