Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Laporkan Dugaan Permainan Harga Sawit ke Prabowo, Amran Minta Kapolri Periksa 274 Perusahaan

        Laporkan Dugaan Permainan Harga Sawit ke Prabowo, Amran Minta Kapolri Periksa 274 Perusahaan Kredit Foto: Dok. Kementan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyoroti anomali penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang terjadi di tengah kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia dan penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat.

        Amran mengatakan persoalan tersebut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto sehingga pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap rantai pasok industri sawit nasional.

        "Saya katakan kepada beliau (Presiden Prabowo), ini anomali. Kami kumpulkan pelaku usaha seluruh Indonesia, kurang lebih mewakili 700 perusahaan," ujar Amran dalam jumpa pers di Istana Negara, Jumat (19/6/2026).

        Menurut Amran, dari sekitar 1.900 pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Indonesia, sebanyak 700 PKS telah diminta memberikan penjelasan terkait penurunan harga TBS di tingkat petani.

        "Ini anomali. Harga CPO dunia naik, dolar menguat kurang lebih 10%. Tetapi harga TBS turun, ini tidak masuk akal. Sama halnya dengan kejadian minyak goreng," katanya.

        Ia menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan praktik yang merugikan petani sawit. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, terdapat sekitar 15 juta petani plasma sawit yang menggantungkan penghasilan dari komoditas tersebut.

        "Nah, ini kami minta jangan bermain-main, jangan korbankan rakyat. Ada petani plasma itu 15 juta dengan seluruh keluarganya diperkirakan 30 juta orang," tegas Amran.

        Pemerintah juga telah meminta aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti temuan terkait perusahaan yang diduga tidak menyesuaikan harga TBS sesuai perkembangan pasar.

        Amran mengungkapkan, dari 274 PKS yang sebelumnya belum menaikkan harga TBS, sekitar 90% telah melakukan penyesuaian harga. Saat ini masih terdapat sekitar 5% hingga 10% PKS yang belum menaikkan harga TBS.

        "Dari 1.900 PKS, ada 274 yang belum menaikkan harga TBS minggu lalu, sekarang sudah menaikkan. Yang masih belum, masih ada 5-10% PKS. Sebanyak 90% sudah menaikkan," ujarnya.

        Baca Juga: Amran Murka! Harga Sawit Turun Saat Dolar Naik, Minta TBS Naik 10 Persen

        Menurut Amran, harga TBS saat ini sudah mulai membaik dan mendekati level normal. Ia optimistis pemulihan harga dapat terus berlanjut dalam waktu dekat.

        "Tapi kami sampaikan yang 274, kami langsung, pada hari itu juga, mengirim surat ke Pak Kapolri bahwa ini harus ditindaklanjuti," kata Amran.

        Ia berharap harga TBS dapat kembali normal dalam waktu dekat seiring langkah pengawasan yang dilakukan pemerintah dan aparat penegak hukum.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Muhammad Farhan Shatry
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: