Rupiah Melemah ke Rp17.865 per Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Ikut Tertekan
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Selasa (23/6/2026), di tengah masih kuatnya permintaan terhadap mata uang Negeri Paman Sam.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, rupiah berada di level Rp17.865 per dolar AS. Posisi tersebut melemah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di kisaran Rp17.843 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi seiring tekanan yang juga dialami mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS. Hal ini mencerminkan masih dominannya penguatan dolar AS di pasar keuangan global.
Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan setelah terkoreksi 0,31% terhadap dolar AS.
Tekanan juga dialami dolar Australia yang turun 0,27%, diikuti dolar Selandia Baru yang melemah 0,16%.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.843 Imbas Ketegangan AS-Iran dan Risiko Inflasi Domestik
Baca Juga: IHSG dan Rupiah Menguat, DPR Soroti Kepercayaan Investor di Tengah Sentimen Global
Di Asia Timur, won Korea Selatan terkoreksi 0,10%, dolar Taiwan melemah 0,12%, yuan China turun 0,03%, dan dolar Singapura terkikis tipis 0,01%.
Sementara itu, hanya beberapa mata uang yang mampu bertahan di zona hijau, baht Thailand menguat 0,05%. Peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan setelah terapresiasi 0,35%, sedangkan rupee India juga menguat 0,37%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: