Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Nilai Indonesia Salah Pilih Sistem Ekonomi: Yang Tambah Kaya Cuma Segelintir Orang

        Prabowo Nilai Indonesia Salah Pilih Sistem Ekonomi: Yang Tambah Kaya Cuma Segelintir Orang Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Indonesia Prabowo Subianto menilai Indonesia mengalami anomali ekonomi yang menunjukkan adanya kesalahan dalam sistem perekonomian nasional. Menurutnya, meski ekonomi Indonesia tumbuh pesat, manfaat pertumbuhan tersebut justru tidak dirasakan secara merata oleh masyarakat.

        Prabowo menilai sistem ekonomi Indonesia saat ini perlu dibenahi secara serius agar seluruh elemen masyarakat bisa merasakan dampak pertumbuhan ekonomi tinggi yang dicapai oleh Tanah Air.

        Baca Juga: Pemerintah Diminta Waspada, Nyanyian Habib Rizieq Kembali Menggema di Demo Mahasiswa

        “Kita waspadai bahwa yang tambah kaya ternyata hanya segelintir orang. Jadi, harus kita lihat bahwa ini berarti sistem kita keliru, sistem ini keliru. Karena apa, kalau orang miskin tambah yang menengah juga berkurang berarti yang menikmati pertumbuhan ini hanya segelintir orang saja,” tegasnya, dikutip Rabu (24/6).

        Menurut Prabowo, berdasarkan data yang diterimanya setelah menjabat sebagai presiden, jumlah penduduk miskin justru mengalami peningkatan. Kondisi itu, kata dia, bertentangan dengan logika ekonomi karena pertumbuhan yang konsisten seharusnya membuat masyarakat semakin sejahtera.

        Presiden menilai kondisi tersebut merupakan sesuatu yang aneh dan tidak wajar. Selain jumlah masyarakat miskin bertambah, kelompok kelas menengah yang sebelumnya berhasil keluar dari garis kemiskinan justru mengalami penyusutan.

        “Negara tambah kaya, rakyat miskin tambah. Ini kan sesuatu yang aneh, yang anomali, yang kelas menengah yang sudah tadinya lepas dari kemiskinan turun. Katanya negara tambah kaya 30 persen kok rakyat miskin tambah, kemudian kelas menengah berkurang,” katanya.

        Prabowo menilai pemerintah harus menjadikan anomali tersebut sebagai peringatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem ekonomi nasional.

        Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi harus mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat kelompok kelas menengah sebagai fondasi perekonomian nasional.

        Baca Juga: Jokowi Cium Bau Intervensi usai Roy Suryo dan Dokter Tifa Enggak Ditahan Kejaksaan

        Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintahan Prabowo akan memberi perhatian besar pada pemerataan hasil pembangunan dan distribusi manfaat pertumbuhan ekonomi agar tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: