Kata-kata Amien Rais di Momen HUT RI ke-81: Presiden hingga Wali Kotanya Hanya 'Thingak-Thinguk'
Kredit Foto: Instagram/Amien Rais
Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia dilihat menjadi kesempatan mengkritik pemerintah saat ini oleh Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais. Ia menyoroti eksploitasi sumber daya alam tanah air yang menurutnya terus berlangsung, sementara manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.
Amien bahkan menggunakan istilah thingak-thinguk untuk menggambarkan sikap pemerintah yang dinilainya hanya diam dan melihat persoalan tanpa mengambil tindakan tegas soal eksploitasi itu.
Baca Juga: Terbongkar Kondisi Terkini Hubungan Jokowi dan Prabowo: Sudah di Titik 'Kill or to Be Killed'
“Lihatlah ibu-ibu dan bapak-bapak, bagaimana natural resources kita, sumber daya alam kita itu diangkut ke luar negeri siang, malam, sore, pagi, tiap hari tanpa ada yang melarang, tanpa ada yang menghentikan,” ujar Amien, dikutip dari kanal YouTube Amien Rais Official, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Amien, persoalan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Ia menilai jajaran pemerintahan di daerah juga memiliki peran dalam memastikan kekayaan alam Indonesia memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Karena apa? Gubernurnya, bupatinya, walikotanya, dan presidennya memang hanya thingak-thinguk. Sudah tahu, tapi begini terus,” kata Amien.
Istilah thingak-thinguk dalam konteks yang digunakannya menggambarkan seseorang yang hanya melihat atau memperhatikan keadaan tanpa mengambil tindakan yang dianggap memadai.
Amein menilai negara ini memang telah merdeka selama 81 tahun. Namun, kemerdekaan tersebut menurutnya belum sepenuhnya diikuti kedaulatan yang benar-benar berada di tangan rakyat.
“Bahwa kita ini sudah merdeka 81 tahun, tapi kita tetap belum berdaulat ya. Are you free? Yes, we are already free. But are you sovereign? Apa kamu berdaulat? Jawabannya not yet. Belum,” ujar Amien.
Menurut dia, persoalan kedaulatan muncul karena kekuatan oligarki dan mafia dinilai memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan nasional.
Amien bahkan mempertanyakan kemampuan pemerintah dalam mewujudkan kepentingan rakyat apabila kebijakan negara masih dipengaruhi kelompok-kelompok kepentingan.
Baginya, perayaan kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada kebanggaan atas usia kemerdekaan. Momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk bertanya apakah rakyat benar-benar menikmati hasil kemerdekaan dan apakah negara memiliki kendali penuh atas kekayaan yang berada di wilayahnya.
Baca Juga: Titik Terang Warga Bergaji Rp3 Juta Dianggap Sejajar dengan Super Kaya dan Masuk Desil 10 Kemensos
Kemerdekaan selama 81 tahun, menurutnya, belum memiliki makna penuh apabila negara masih dinilai tidak mampu memastikan kekayaan alam digunakan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: