Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Targetkan Penutupan 700 BUMN Ditutup: Nggak Ada yang Untung, Rugi Terus

        Prabowo Targetkan Penutupan 700 BUMN Ditutup: Nggak Ada yang Untung, Rugi Terus Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan langkah besar pemerintah dalam merapikan badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai tidak sehat secara finansial. Ia menyebut, sebanyak 240 BUMN telah resmi ditutup karena terus mengalami kerugian dan tidak memberikan keuntungan bagi negara.

        Prabowo mengaku sempat mengira jumlah BUMN di Indonesia hanya sekitar 300 perusahaan. Namun setelah menjabat, ia justru menemukan fakta mengejutkan bahwa jumlahnya mencapai lebih dari 1.000 entitas, termasuk induk, anak, hingga cucu perusahaan.

        Kondisi tersebut membuat pemerintah melakukan langkah pemangkasan besar-besaran, termasuk dengan menutup perusahaan pelat merah yang terus merugi. Hingga kini, sudah ratusan BUMN yang dihentikan operasionalnya.

        "Ketika saya jadi presiden, baru saya tahu jumlah 1.000 lebih. Sekarang kita sudah tutup kurang lebih 240 yang kita tutup, nggak ada yang untung, rugi terus," kata Prabowo dalam Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Bangkalan, Jawa Timur, yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.

        Menurut Prabowo, penutupan tersebut bukan tanpa alasan. Selain untuk menekan kerugian negara, kebijakan ini juga disebut mampu menghasilkan efisiensi anggaran hingga triliunan rupiah, termasuk dari pemangkasan biaya direksi dan komisaris di berbagai perusahaan negara.

        Baca Juga: PSI Teriak Prabowo-Gibran 2 Periode, PDIP Nyeletuk: Emang Prabowo Udah Pasti Mau?

        Ia menyoroti banyaknya BUMN yang tetap beroperasi meski kondisi keuangannya tidak sehat. "Itu kalau dihitung, umpamanya 4 direksi sama 4 komisaris, itu 8 kali 200, (hasil) 1.600. Kalau gajinya masing-masing 50 juta rupiah sebulan, berapa itu? Dan ada yang gajinya bisa di atas itu. Sudah rugi, minta bonus lagi," ucapnya.

        Lebih jauh, Prabowo menegaskan bahwa langkah efisiensi ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menutup celah praktik yang berpotensi merugikan negara, termasuk korupsi di tubuh BUMN.

        Tak berhenti pada 240 BUMN yang sudah ditutup, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo masih akan melanjutkan proses penataan besar-besaran terhadap perusahaan pelat merah lainnya. Target yang disampaikan bahkan terbilang agresif.

        Baca Juga: PDIP Kuak Dugaan Misi Tersembunyi Safari Politik Jokowi: Gibran sebagai The Next Presiden

        "Kalau tidak salah kita ujungnya akan menutup kurang lebih 800 perusahaan negara, minimal 700-lah," kata dia.

        Dengan rencana tersebut, pemerintah menargetkan total penutupan bisa mencapai 700 hingga 800 BUMN yang dinilai tidak produktif. Proses ini disebut masih akan terus berjalan sebagai bagian dari reformasi besar di sektor perusahaan negara.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: