Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ada Pola Ketidaksabaran dalam Karier Politik Gibran

        Ada Pola Ketidaksabaran dalam Karier Politik Gibran Kredit Foto: Instagram/Mazdjo Pray
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pegiat media sosial Mazdjo Pray menilai terdapat pola ketidaksabaran dalam perjalanan politik Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, sebagaimana dibaca oleh sejumlah pengamat.

        Mazdjo menjelaskan, Gibran awalnya hanya dikenal sebagai pengusaha. Namun, secara tiba-tiba ia maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Solo 2020 dan berhasil terpilih menjadi Wali Kota Solo.

        "Dulu dari anaknya pengusaha mebel, dari pengusaha pisang, dari pengusaha di daerah Solo, tiba-tiba jadi walikota, cepat," ungkap Mazdjo dalam Kanal YouTube YouthTV Indonesia, dikutip Selasa (30/6).

        Setelah menjabat wali kota, Gibran langsung melompat ke panggung nasional dengan menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Pencalonan itu terjadi setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang mengubah syarat usia pencalonan.

        "Lalu dari walikota ke panggung nasional, walikota mungkin pertama kali itu ada tuh walikota langsung jadi cawapres. Dari walikota ke panggung nasional cepat banget terus menuju kursi wakil presiden," ujarnya.

        Mazdjo menambahkan, publik masih mengingat adanya penyesuaian aturan batas usia yang sah secara hukum lewat putusan MK, namun menyisakan perdebatan etika panjang hingga kini.

        "Nyisakan kesesakan dada bagi orang-orang waras sampai hari ini. Bahkan hakim yang ikut memutuskannya pun kesannya menyesal, tapi itu baru belakangan ya," imbuhnya.

        Kini menjelang 2029, sebagian kalangan menilai pola yang sama kembali terbaca. Dorongan agar Gibran terus melaju dianggap semakin kuat. Bahkan ada pengamat yang menafsirkan instruksi “dua periode” bukan sekadar dukungan tulus untuk Prabowo, melainkan cara untuk mengunci sang jenderal agar tetap bergandengan dengan Gibran.

        Baca Juga: Ekspor Pertanian RI Tembus Rp760 Triliun Selama Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

        Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus menyebut Jokowi menginstruksikan PSI untuk mengawal Prabowo–Gibran hingga dua periode. Pesan itu disampaikan langsung Jokowi saat bertemu di Solo, Kamis (18/6/2026).

        "Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja," kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: