Kredit Foto: Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan mendalam terkait kehidupan bernegara saat menghadiri upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Dalam amanatnya, Kepala Negara menekankan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap kritik dari masyarakat sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kinerja.
"Saudara-saudara sekalian, kita terus membangun kehidupan demokrasi kita. Kita menghormati kritik. Kritik adalah penting. Kita butuh kritik untuk mengingatkan kita. Kita butuh kritik untuk memperbaiki diri kita," ujar Presiden Prabowo Subianto di Pusat Latihan Brimob, Cikeas, Jawa Barat.
Kendati mendukung kebebasan berpendapat, Presiden mewanti-wanti agar sistem demokrasi di Indonesia tetap dijaga ketat agar tidak keluar dari jalurnya. Ia mengingatkan agar kedaulatan bangsa jangan sampai dimanipulasi oleh kekuatan finansial besar maupun intervensi dari luar negeri.
"Tapi, keamanan demokrasi juga harus kita jaga. Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing," tegasnya mengingatkan.
Baca Juga: Sampai Diakui Lembaga Dunia, Prabowo Ungkap SPPG MBG Milik Polri yang Paling Top
Prabowo juga menggarisbawahi bahwa perbedaan pandangan politik atau pendapat di tengah masyarakat adalah hal yang wajar, namun tidak boleh bertransformasi menjadi kebencian yang memicu perpecahan nasional. Oleh karena itu, ia meminta institusi Polri untuk berdiri tegak sebagai benteng pertahanan yang menjamin ketertiban masyarakat.
"Polri harus menjaga penjaga, harus menjadi penjaga demokrasi yang dewasa, menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan pendapatnya secara damai dan pada saat yang sama menjaga agar hukum tetap tegak dan ketertiban tetap terpelihara," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: