Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Iran Ungkap Bukti Kemenangan Perjuangannya Melawan Amerika Serikat: Mereka Akhirnya Dipaksa...

        Iran Ungkap Bukti Kemenangan Perjuangannya Melawan Amerika Serikat: Mereka Akhirnya Dipaksa... Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Iran mengklaim nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang disepakati adalah bukti pengakuan kekalahan dari Amerika Serikat. Ia juga sekaligus menjadi tanda kemenangan bagi poros perlawanan yang dipimpin Teheran.

        Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menilai musuh pada akhirnya terpaksa mengakui keberadaan serta pengaruh sekutu-sekutunya di kawasan melalui kesepakatan yang dicapai pascaperang. Hal itu ditegaskannya saat menerima Wakil Ketua Dewan Politik Tertinggi Ansarullah Yaman, Mohammed Al-Nuaimi.

        Baca Juga: Jokowi Ditantang Buktikan Kerugian Akibat Tuduhan Soal Ijazah, Dokter Tifa: Jangan-jangan Hanya...

        "Amerika Serikat dan Israel pada akhirnya dipaksa untuk mengakui sekutu-sekutu kami dalam poros perlawanan. Ini adalah salah satu pencapaian dari memorandum tersebut," ujar Ghalibaf, dikutip Senin (6/7).

        Menurutnya, kesepakatan itu bukan sekadar penghentian konflik, melainkan kemenangan strategis bagi jaringan sekutunya yang selama ini dikenal sebagai Axis of Resistance atau Poros Perlawanan.

        Jaringan tersebut mencakup Hezbollah di Lebanon, Ansarullah (Houthi) di Yaman, Hamas di Jalur Gaza dan Kelompok Militan di Irak.

        Ghalibaf bahkan secara tegas menyebut nota kesepahaman sebagai simbol kekalahan dari Washington,. Menurutnya, pihaknya telah menang baik dari sisi militer maupun politik.

        "Memorandum ini merupakan kekalahan bagi musuh dan pencapaian bagi poros perlawanan, baik secara militer maupun politik," tegasnya.

        Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan diplomasi tidak bisa dipisahkan dari kesiapan kekuatan militer.

        Menurut Ghalibaf, Iran harus tetap mempertahankan kemampuan pertahanannya karena musuh dinilai akan kembali menggunakan jalur militer apabila melihat adanya kelemahan dari Teheran.

        Ia menegaskan, diplomasi yang kuat hanya dapat berjalan apabila didukung kesiapan penuh di bidang pertahanan. Amerika Serikat dan Israel menurutnya akan kembali memilih perang apabila menilai pihaknya berada dalam posisi yang lemah.

        Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Koperasi Desa Merah Putih Bukan Supermarket: Itu Infrastruktur

        Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meski mereka telah mencapai kesepakatan dengan untuk meredakan konflik, pemerintah setempat tetap memandang kekuatan militer sebagai faktor utama dalam menjaga posisi tawarnya di Timur Tengah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: