Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Presiden Prabowo Ungkap Tiga Faktor Penentu Kelangsungan Hidup Bangsa

        Presiden Prabowo Ungkap Tiga Faktor Penentu Kelangsungan Hidup Bangsa Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Karawang -

        Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kelangsungan hidup suatu bangsa sangat ditentukan oleh kemampuannya memenuhi tiga kebutuhan mendasar, yakni pangan, energi, dan air. Hal tersebut disampaikan Presiden saat meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

        Menurut Presiden, ketiga aspek tersebut menjadi fondasi utama bagi sebuah negara untuk mempertahankan kedaulatan, mewujudkan kesejahteraan, serta mencapai kemakmuran.

        "Kelangsungan hidup suatu bangsa antara lain ditentukan oleh tiga hal. Pertama, mampukah bangsa itu menghasilkan pangannya untuk rakyatnya sendiri. Kedua, mampukah bangsa itu memiliki energi, sumber energi sendiri, tidak tergantung bangsa lain. Yang ketiga, mampukah negara itu juga memiliki sumber air," ujar Presiden Prabowo.

        Presiden menjelaskan bahwa pangan, energi, dan air merupakan kebutuhan strategis yang telah lama menjadi perhatian dunia internasional. Tanpa ketiga hal tersebut, suatu bangsa akan sulit bertahan dan mempertahankan kedaulatannya.

        "Makan, energi, air. Ini dicanangkan oleh PBB dan hampir semua pakar peradaban manusia sadar dan mengerti, tanpa tiga-tiga ini suatu bangsa sulit untuk survive, sulit untuk kita berdaulat, sulit untuk kita sejahtera, sulit untuk kita makmur," katanya.

        Baca Juga: Presiden Prabowo Resmi Luncurkan B50, Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia Terapkan Mandatory B50

        Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia telah menunjukkan kemajuan pesat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Bahkan, target swasembada pangan yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun berhasil diwujudkan hanya dalam waktu satu tahun.

        "Alhamdulillah kita sudah buktikan bahwa kita mampu mengamankan dan menghasilkan pangan untuk rakyat kita. Kita sudah swasembada pangan. Dari target empat tahun, kita telah berhasil dalam satu tahun," ungkap Presiden.

        Di sektor energi, Presiden menilai peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 menjadi tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian energi. Dengan kebijakan tersebut, Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatory biodiesel B50.

        "Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatory biodiesel B50. Ini bukan sekadar pencapaian teknologi, ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk kepentingan rakyatnya sendiri. Ini adalah tonggak yang sangat penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi," tegas Presiden.

        Program Mandatori Biodiesel B50 merupakan kebijakan pemerintah yang mewajibkan pencampuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit ke dalam bahan bakar solar. Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil, meningkatkan nilai tambah industri sawit, sekaligus mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca.

        Melalui keberhasilan di sektor pangan dan langkah strategis di sektor energi, pemerintah menegaskan komitmennya untuk membangun fondasi kemandirian nasional. Sementara itu, penguatan pengelolaan sumber daya air juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan dan ketahanan bangsa di masa depan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Istihanah
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: