Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Puji-Puji Para Pengusaha ke Prabowo Saat Diundang di Istana Negara

Puji-Puji Para Pengusaha ke Prabowo Saat Diundang di Istana Negara Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Mulyadi Jayabaya, mengapresiasi sejumlah program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga di pedesaan dan para petani.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Mulyadi, program tersebut membantu anak-anak sekolah di daerah terpencil yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses terhadap makanan bergizi.

"Itu anak sekolah di desa-desa terpencil, Pak. Makan pagi, makan siang juga tidak, Pak. Tapi dengan adanya MBG, program Pak Prabowo ini, ini luar biasa, Pak," kata Mulyadi dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pengusaha Kadin pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Selain MBG, Mulyadi juga mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menjadikan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas utama.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjamin ketersediaan pangan bagi sekitar 280 juta penduduk Indonesia melalui peningkatan produksi dalam negeri.

"Tapi dengan Presiden Bapak, Bapak melakukan langkah nomor wahid, yaitu ketahanan pangan dan ketersediaan pangan. Ini sangat kita dukung, Pak," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 8 persen.

Anindya mengatakan Kadin memilih untuk tetap optimistis dan bekerja sama dengan pemerintah dalam memperkuat sektor pangan, energi, dan ekonomi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional.

"Ekonomi Indonesia sudah tumbuh sekitar 5 persen selama 20 tahun terakhir. Namun, untuk bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap, kita harus bertahap menuju pertumbuhan 8 persen. Kami melihat hal itu sangat mungkin dicapai jika semua pihak bekerja sama," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Kadin Indonesia dari tingkat pusat dan daerah, serta para pimpinan asosiasi dunia usaha dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (31/7/2026).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat