Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Kembali Bikin Elite Amerika Berang: Kita Diseret Lagi Menuju Perang Iran

        Trump Kembali Bikin Elite Amerika Berang: Kita Diseret Lagi Menuju Perang Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melanjutkan serangan militer menjadi sorotan karena berpotensi menghidupkan kembali dampak perang dari Washington Teheran. Gelombang kritik akhirnya muncul lagi dari dalam negeri soal perang di Iran.

        Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat Nancy Pelosi menuding sang presiden sekali lagi menyeret negaranya ke dalam perang yang berbahaya dan tidak memiliki dasar hukum.

        Baca Juga: Erdogan 'Tertawakan' Protes Israel usai Amerika Serikat Janji Kirim Jet Tempur F-35 ke Turki

        Kritik Pelosi muncul setelah pemerintah memerintahkan serangan udara baru ke Iran. Hal itu dilakukan sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Gedung Putih menyebut operasi militer tersebut dilakukan karena musuh dianggap melanggar nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang sebelumnya disepakati kedua negara.

        Namun, Pelosi menilai langkah tersebut justru memperburuk situasi dan mengulangi kesalahan yang sama seperti sebelumnya.

        "Setelah gagal mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan atau mencapai tujuan yang dinyatakannya, dia sekali lagi menyeret kita kembali ke perang yang berbahaya dan ilegal dengan Iran," ungkap Pelosi, dikutip Jumat (10/7).

        Menurut politikus senior itu, keputusan sang presiden bukan hanya meningkatkan risiko konflik, tetapi juga mengabaikan peran kongres dalam menentukan kebijakan perang dari Amerika Serikat. Sebelumnya, Kongres telah memerintahkan penghentian konflik bersenjata tersebut.

        "Dengan mengabaikan keputusan kongres untuk menghentikan perang ini, presiden justru menggandakan risiko terhadap prajurit, mendorong kenaikan harga bahan bakar, serta memaksa keluarga-keluarga pekerja menanggung biaya dari perang yang tidak perlu ini," ungkap Pelosi.

        Ia menilai dampak perang tidak hanya dirasakan di kawasan terkait, tetapi juga berpotensi membebani masyarakat melalui meningkatnya harga energi dan pengeluaran pemerintah untuk operasi militer di Iran.

        Adapun Gedung Putih membela keputusan Trump. Pemerintahan Amerika Serikat menegaskan serangan terbaru merupakan bentuk respons atas tindakan musuh yang disebut telah melanggar nota kesepahaman antara Washington dan Teheran.

        Selain itu, Amerika juga menuduh mereka melakukan serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Ia merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute distribusi minyak paling penting di dunia.

        Menurut Gedung Putih, operasi militer dilakukan untuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional sekaligus merespons apa yang disebut sebagai pelanggaran yang dilakukan Iran.

        Meski demikian, kritik terhadap kebijakan sang politikus terus bermunculan di Amerika Serikat. Sejumlah kalangan menilai eskalasi militer berpotensi menyeret mereka ke konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

        Baca Juga: Laporan Kasus Ijazah Jokowi Punya 2 Kelemahan Utama, Jadi Modal Perlawanan Roy Suryo dan Dokter Tifa

        Pernyataan Pelosi menjadi salah satu kritik paling keras dari kubu oposisi terhadap kebijakan luar negeri politikus itu dalam beberapa waktu terakhir. Ia menegaskan bahwa penyelesaian konflik seharusnya ditempuh melalui jalur diplomasi, bukan dengan memperluas operasi militer yang dinilai berisiko memicu perang berkepanjangan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: