Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pasokan BBM di Aceh hingga Kepri Dipastikan Aman, Pertamina Tambah Pengawasan

        Pasokan BBM di Aceh hingga Kepri Dipastikan Aman, Pertamina Tambah Pengawasan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memperkuat pemantauan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Aceh, Riau, dan Kepulauan Riau untuk menjaga keandalan pasokan energi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah meningkatkan jam operasional terminal BBM di Aceh dari rata-rata delapan jam menjadi 14 jam per hari serta menambah frekuensi pengiriman mobil tangki hingga sekitar 65%.

        Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan penguatan monitoring dilakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah operasional agar setiap perkembangan di lapangan dapat direspons lebih cepat.

        “Kami terus memperkuat monitoring di seluruh wilayah operasional Regional Sumbagut. Upaya ini tidak hanya difokuskan pada wilayah yang sebelumnya mengalami peningkatan kebutuhan maupun penyesuaian distribusi, tetapi juga di seluruh area layanan agar keandalan pasokan BBM tetap terjaga dan masyarakat dapat terus memperoleh layanan energi secara optimal,” ujar Fahrougi.

        Di Provinsi Aceh, Pertamina mengoptimalkan operasional di Integrated Terminal Lhokseumawe dan Fuel Terminal Krueng Raya guna menjaga kelancaran distribusi BBM. Selain memperpanjang jam operasional terminal menjadi 14 jam per hari, layanan juga tetap dibuka pada hari Minggu untuk mempercepat penyaluran.

        Perseroan juga meningkatkan frekuensi pengiriman mobil tangki sekitar 65% dibandingkan kondisi normal. Selain itu, Pertamina mengoptimalkan skema alih suplai antarterminal untuk memastikan distribusi BBM kepada masyarakat tetap berjalan sesuai kebutuhan.

        Sementara di Provinsi Riau, Pertamina memperketat pemantauan stok BBM dan jalur distribusi utama, termasuk Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), yang menjadi koridor logistik menuju fuel terminal dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan pasokan tetap tersedia.

        Di Kepulauan Riau, perusahaan memastikan stok BBM berada dalam kondisi aman dengan distribusi ke seluruh SPBU berlangsung normal. Monitoring dilakukan secara berkelanjutan mengingat karakteristik wilayah kepulauan yang bergantung pada kelancaran rantai pasok energi.

        Selain penguatan operasional di lapangan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), serta pemangku kepentingan lainnya guna menjaga kelancaran distribusi BBM di seluruh wilayah operasional.

        Baca Juga: Pertamina Didorong Optimalkan Blok Masela demi Ketahanan Energi Nasional

        Baca Juga: Pertamina Optimalkan Pasokan, Antrean BBM di Medan Berangsur Terurai

        “Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam menjaga keandalan distribusi energi. Pertamina akan terus melakukan evaluasi dan langkah-langkah antisipatif agar masyarakat tetap memperoleh layanan energi yang aman, lancar, dan berkelanjutan,” kata Fahrougi.

        Pertamina memastikan langkah penguatan monitoring tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berbagai dinamika operasional di lapangan sekaligus menjaga kesinambungan pasokan energi bagi masyarakat di wilayah Aceh, Riau, dan Kepulauan Riau.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: