60 Anak Dampingan Mampu Bertahan, MSIG Life dan ISCO Foundation Terus Tekan Angka Putus Sekolah di Kebon Melati
Kredit Foto: Istimewa
MSIG Life melanjutkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pendidikan melalui PELITA bersama ISCO Foundation dengan mencatat capaian seluruh 60 anak dampingan di Kebon Melati, Tanah Abang, tetap bersekolah selama tahun pertama pelaksanaan program. Hasil tersebut menjadi indikator keberhasilan pendekatan pendampingan yang tidak hanya berfokus pada bantuan biaya pendidikan, tetapi juga penguatan motivasi anak dan keluarga.
Sebelum kolaborasi dengan MSIG Life dimulai pada 2024, sanggar ISCO Foundation di Kebon Melati mencatat rata-rata angka putus sekolah sebesar 5,9% dalam tiga tahun sebelumnya. Berdasarkan evaluasi program, faktor utama anak berhenti sekolah bukan semata keterbatasan ekonomi, melainkan tekanan lingkungan yang mendorong mereka segera bekerja.
Memasuki tahun kedua pelaksanaan PELITA, MSIG Life kembali mengalokasikan dana lebih dari Rp120 juta untuk mendukung pendidikan 60 anak prasejahtera. Dana tersebut digunakan untuk pembiayaan pendidikan, penyediaan makanan bergizi, perbaikan fasilitas sanggar, serta program pendampingan bagi anak dan orang tua.
Selain bantuan pendidikan, perusahaan juga memperkuat program pemberdayaan keluarga melalui literasi keuangan. Pada semester pertama 2026, PELITA telah menyelenggarakan workshop "Pintar Atur Uang" guna membantu para orang tua mengelola anggaran rumah tangga secara lebih bijak. Tahun ini, program tersebut juga akan dilanjutkan dengan edukasi mengenai pengelolaan keuangan bagi anak serta pendampingan lanjutan untuk keluarga.
Sebagai bagian dari pengembangan kapasitas anak, MSIG Life mengundang 36 siswa SMP binaan ISCO Foundation mengunjungi kantor pusat perusahaan melalui kegiatan "Berani Punya Cita-Cita". Program tersebut memperkenalkan berbagai profesi di dunia kerja sekaligus mendorong peserta menetapkan tujuan pendidikan dan langkah konkret untuk mencapainya.
Director & Chief Transformation Officer MSIG Life Ken Terada mengatakan perusahaan ingin memperluas wawasan anak-anak mengenai beragam peluang karier sehingga mereka memiliki motivasi untuk menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, kepemilikan cita-cita dapat menjadi pendorong bagi anak untuk terus belajar dan membuka kesempatan yang lebih besar di masa depan.
Ia menambahkan, PELITA merupakan bagian dari komitmen MSIG Life dalam memberdayakan keluarga melalui pendidikan dan peningkatan kesejahteraan, sekaligus memperkuat peran perusahaan sebagai mitra yang mendampingi masyarakat Indonesia menghadapi masa depan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif ISCO Foundation Julinda Dewi Simbolon menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh bantuan finansial, tetapi juga perubahan cara pandang anak dan orang tua terhadap pentingnya pendidikan. Menurutnya, kolaborasi dengan MSIG Life sejak 2024 telah membantu mempertahankan anak-anak tetap bersekolah sekaligus memperkuat pola asuh keluarga agar lebih mendukung perkembangan mereka.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: