Kredit Foto: Astragraphia
PT Astra Graphia Tbk (ASGR) mencatatkan pertumbuhan kinerja pada semester I-2026. Laba bersih konsolidasian perseroan mencapai Rp138 miliar, meningkat 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, pertumbuhan pendapatan masih terbatas. Pendapatan bersih Astra Graphia tercatat Rp1,56 triliun, hanya naik 2% secara tahunan. Kinerja tersebut ditopang oleh dua segmen utama Astra Graphia, yakni Solusi Dokumen dan Solusi Teknologi Informasi.
Direktur Astra Graphia, Trivena Nalsalita mengatakan, peningkatan profitabilitas didukung penguatan operasional, pengelolaan arus kas, percepatan digitalisasi proses bisnis, serta inovasi.
“Pertumbuhan saat ini masih didukung oleh solusi dokumen, tetapi secara pendapatan kontribusi bisnis sudah semakin berimbang dengan solusi teknologi informasi yang menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru Astra Graphia,” ujar Trivena dalam acara Astra Media Day 2026 di Menara Astra, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Di tengah pertumbuhan pendapatan yang terbatas, kondisi keuangan Astra Graphia masih solid. Total aset perseroan mencapai sekitar Rp2,9 triliun, sehingga memberikan ruang untuk mengembangkan bisnis baru dan mencari sumber pertumbuhan tambahan.
Trivena mengatakan, strategi Astra Graphia ke depan akan diarahkan pada pengembangan bisnis berbasis teknologi, khususnya layanan digital yang mampu menghasilkan pendapatan berulang atau recurring revenue.
“Ke depan kami tidak hanya mengerjakan proyek satu kali, tetapi juga memperkuat layanan yang sifatnya berkelanjutan seperti managed services dan layanan keamanan siber,” katanya.
Salah satu bisnis yang menjadi fokus pengembangan adalah layanan keamanan siber atau cyber security. Astra Graphia melihat kebutuhan perusahaan terhadap perlindungan data terus meningkat.
Perseroan menawarkan layanan keamanan digital secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, pemantauan ancaman secara real time, pengujian sistem, hingga pengelolaan keamanan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Astra Graphia tetap memperkuat inovasi di bisnis Solusi Dokumen. Salah satunya melalui peluncuran mesin produksi FUJIFILM Revoria Press yang dilengkapi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi dan konsistensi hasil cetak.
Baca Juga: Trafik Tol Astra Infra Seret, Pertumbuhan Cuma 2,8%
Baca Juga: Kinerja Keuangan Astra: Tertekan Bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat
Baca Juga: Laba AALI Naik 56%, tapi Produksi Dibayangi Tanaman Sawit yang Menua
Menurut Trivena, transformasi bisnis dilakukan untuk menjawab perubahan kebutuhan pelanggan yang semakin mengarah pada otomatisasi dan digitalisasi.
“Digitalisasi menjadi salah satu aspirasi kami. Kami ingin menjadi mitra bagi pelanggan dalam menyediakan solusi percetakan, teknologi, dan transformasi digital,” jelas dia.
Untuk memperkuat ekosistem industri kreatif, Astra Graphia juga menjalankan program Astragraphia Creative Innovation (ACI). Program ini ditujukan untuk mendorong pelaku usaha dan industri kreatif memanfaatkan teknologi percetakan digital.
Dengan laba yang tumbuh signifikan dan kontribusi bisnis teknologi informasi yang semakin besar, Astra Graphia optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan di tengah perubahan kebutuhan industri.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: