Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Hasto Bilang Kritik MBG Tak Didengar, PDIP Langsung Ogah Ikut-ikutan

        Hasto Bilang Kritik MBG Tak Didengar, PDIP Langsung Ogah Ikut-ikutan Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sasaran kritik dari Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. Menurutnya, berbagai persoalan yang belakangan muncul menunjukkan bahwa pelaksanaan program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih membutuhkan evaluasi menyeluruh.

        Hasto menilai sejumlah masukan yang sejak awal disampaikan masyarakat maupun internal PDIP tidak pernah benar-benar mendapat perhatian. Ia pun mengaitkan kondisi tersebut dengan munculnya berbagai persoalan di lapangan, mulai dari kualitas makanan hingga kasus keracunan yang sempat menjadi sorotan publik.

        "Pada akhirnya kan ketika kritik itu tidak didengarkan, kemudian terjadilah berbagai persoalan dari program makan bergizi gratis," ucapnya.

        Ia mengatakan persoalan yang muncul bukan hanya menyangkut kualitas makanan, tetapi juga mekanisme pelaksanaan program yang dinilai masih menyisakan banyak pekerjaan rumah.

        Baca Juga: Jika TNI-Polri Ikut Awasi Pajak, PDIP Sebut Indonesia Bakal Mundur ke Era Kelam

        "Persoalan kualitas makanan, keracunan, kemudian keterlibatan dengan masyarakat banyak, keterlibatan dengan komite sekolah yang telah kami suarakan," katanya.

        Selain itu, Hasto juga menyinggung penggunaan anggaran yang disebut berasal dari pos pendidikan. Menurutnya, persoalan tersebut sejak lama telah menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk PDIP.

        "Persoalan juga terkait dengan anggaran yang diambil dari anggaran pendidikan dan sebagainya dan sebagainya di mana suara-suara itu disuarakan disampaikan oleh masyarakat," ujarnya.

        "Sebagai partai kami merespons itu, kemudian kami melakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi komersialisasi pemburu rente di dalam program populis yang sebenarnya baik," sambung dia.

        Dalam pandangan Hasto, pendekatan pencegahan stunting yang pernah diterapkan sejumlah kepala daerah dari PDIP dinilai lebih efektif karena melibatkan masyarakat secara langsung dan sudah memiliki contoh penerapan yang jelas.

        "PDIP sudah punya banyak model, model di Surabaya dikembangkan oleh Bu Risma, Model Pak Idham Samawi yang dikembangkan di Bantul secara indirect untuk meningkatkan gizi bagi anak-anak didik kita melalui pemberian tiga ekor ayam untuk dikembangbiakkan, telurnya untuk dikonsumsi oleh anak-anak sekolah dan sebagainya," jelasnya. 

        Baca Juga: PDIP 'Haramkan' Kader Ikut-ikutan Ngurus MBG, Kalau Nekat...

        Ia menambahkan, konsep tersebut juga tidak mematikan peran pelaku usaha kecil di sekitar sekolah.

        "PDIP sendiri sudah punya banyak model-model tentang makan bergizi untuk rakyat yang melibatkan partisipasi dari rakyat, di situ tidak mematikan dapur-dapur rakyat yang berada di sekitar-sekitar sekolah," sebutnya.

        Melihat banyaknya masalah, Hasto pada akhirnya menegaskan bahwa PDIP melarang seluruh kadernya ikut mengelola program MBG. Bahkan, partainya telah mengirim surat kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meminta data kader PDIP yang diduga terlibat dalam program tersebut. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: