Pesan Perpisahan Gianni Infantino di Piala Dunia 2026: Maaf Kalian Terlalu Dikuasai Kebencian
Kredit Foto: Istimewa
Presiden FIFA Gianni Infantino menulis pesan perpisahan setelah Piala Dunia 2026 berakhir. Dalam pesannya, Infantino menyinggung pihak yang menurutnya terlalu sibuk menyebarkan kritik dan kebencian hingga melewatkan momen kebersamaan selama turnamen.
Pesan tersebut dimuat di situs resmi FIFA dengan judul 'FIFA World Cup 2026™: FIFA President message'. Infantino menyampaikan apresiasi terhadap atmosfer Piala Dunia yang menurutnya mampu mempertemukan manusia dari berbagai latar belakang.
"Kepada semua yang merindukan permainan indah, emosi, perayaan, tawa, tangisan, tipu daya, dan kegembiraan. Kepada semua yang merindukan menyaksikan anak-anak, bayi, kakek-nenek, dan orang tua berkumpul untuk permainan indah ini, saya minta maaf karena pertandingan telah berakhir dan maaf karena Anda melewatkan semua kegembiraan dan kebersamaan itu. Maaf karena Anda begitu terbuai oleh kebencian dan kritik sehingga Anda melewatkan semuanya," bukanya.
Infantino kemudian mengarahkan kritiknya kepada pihak yang dianggap menyebarkan rumor dan kebencian melalui berbagai platform. Ia membandingkan aktivitas para pengkritik dengan kerja FIFA selama turnamen berlangsung.
"Kepada mereka yang berada di balik pena dan kertas mereka, di balik layar mereka yang menyebarkan kebencian dan rumor palsu, saya ingin mengatakan bahwa sementara Anda duduk di belakang, kami di FIFA berada di garis depan, mengatur, bekerja keras, dan memberikan pertunjukan terbaik di dunia," sambungnya.
Infantino juga menyinggung aktivitas FIFA selama Piala Dunia 2026 berlangsung di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Menurutnya, FIFA tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi turut berinteraksi langsung dengan suporter dan masyarakat.
"Sementara Anda bersembunyi, kami menjelajahi jalan-jalan di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, berbicara dengan penggemar, berinteraksi dengan orang-orang, dan memastikan keselamatan semua orang," ujarnya.
Ia kemudian menekankan perbedaan antara pihak yang dianggap gemar memecah belah dengan masyarakat yang menikmati Piala Dunia sebagai ajang kebersamaan. Infantino menyebut sepakbola berhasil mempertemukan banyak orang selama turnamen.
"Sementara Anda memecah belah, kami bersatu. Orang-orang berkumpul sebagai keluarga, sebagai penggemar, sebagai satu kesatuan," katanya.
Infantino tidak menampik adanya kontroversi selama Piala Dunia 2026. Salah satu yang disinggung adalah keputusan disiplin terkait kartu merah Folarin Balogun yang kemudian diputihkan sehingga sang pemain tetap dapat tampil.
Menurut Infantino, keputusan kontroversial dalam sepakbola bukan sesuatu yang baru. Ia menyebut situasi serupa juga pernah terjadi di sejumlah kompetisi besar.
"Ketidakpuasan Anda terhadap beberapa keputusan yang dibuat oleh otoritas yang berwenang dapat dimengerti, tetapi silakan merujuk pada catatan publik: keputusan seperti itu umum terjadi di beberapa liga terpenting," ungkapnya.
Infantino menyebut keputusan wasit yang diperdebatkan hingga keputusan disiplin yang dianggap tidak biasa merupakan bagian yang pernah terjadi di sejumlah liga besar. Ia juga menyoroti adanya negara yang menerapkan praktik serupa tetapi tetap melontarkan kritik.
"Memang, keputusan wasit yang 'diperdebatkan' atau keputusan disiplin yang 'aneh' seperti misalnya kartu merah atau kuning yang berpotensi salah atau keputusan selanjutnya untuk tidak melarang pemain dalam situasi tertentu adalah hal yang rutin dan diterima secara luas di beberapa liga terbesar di dunia," ujarnya.
"Anehnya, negara-negara yang menerapkan praktik-praktik ini adalah negara-negara yang mengkritik," sambungnya.
Menutup pesannya, Infantino mengajak semua pihak menerima hasil yang telah terjadi selama Piala Dunia 2026. Ia kembali menekankan sepakbola sebagai olahraga yang dapat menyatukan manusia.
"Karena hanya permainan indah ini yang dapat menghadirkan pertunjukan luar biasa seperti ini, pertunjukan di mana semua orang menjadi satu dan terhubung kembali sebagai manusia," katanya.
Infantino kemudian menyampaikan harapan agar para pengkritik dapat menemukan kedamaian dan tidak terus terjebak dalam kebencian. Ia juga menyebut FIFA telah menemukan kebahagiaan melalui keberhasilan penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
"Kepada pena dan kertas, kepada semua layar, semoga kalian menemukan cinta dan kedamaian di tempat yang tidak dapat ditemukan oleh orang-orang di belakang kalian," tuturnya.
"Semoga kalian menemukan kedamaian; kami di FIFA telah menemukan kedamaian kami dan kami menyampaikannya, dengan menyelenggarakan Piala Dunia FIFA yang paling luar biasa. Semoga sepak bola mengatasi semua kebencian," lanjut Infantino.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Bawa Berkah untuk Klub, FIFA Bayar Rp88 Juta per Pemain Setiap Hari
Infantino mengakhiri pesan tersebut dengan mengungkapkan kebanggaannya karena ikut berkontribusi dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai sebuah perasaan yang luar biasa.
"Akhirnya, saya sangat bangga, sebagai Presiden FIFA, telah berkontribusi, meskipun sedikit, pada acara ini. Ini perasaan yang luar biasa!" tutupnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: