- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Perry Warjiyo Mundur, IHSG Tertekan, BEI Minta Investor Jangan Panik Hadapi Gejolak Pasar
Kredit Foto: Uswah Hasanah
Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta investor tidak mengambil keputusan secara terburu-buru setelah Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengundurkan diri. BEI menilai pergantian pimpinan bank sentral merupakan bagian dari dinamika ekonomi, sosial, hingga politik yang selama ini sudah dihadapi pelaku pasar.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan investor pasar modal Indonesia telah melewati berbagai tekanan sepanjang tahun ini. Mulai dari konflik geopolitik hingga sentimen negatif dari lembaga internasional turut menjadi ujian bagi pasar domestik.
"Ya jangan panik lah. Maksudnya kan dinamika ekonomi, dinamika sosial, dinamika politik. Selama ini juga investor-investor sudah mengalami," ujar Irvan di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026).
Menurut Irvan, kondisi pasar modal saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor. Sebelumnya, investor juga harus menghadapi berbagai sentimen seperti perang Timur Tengah, isu dari penyedia indeks saham global MSCI, hingga perhatian dari Moody's.
"Kalau dibilang tahun ini tahun yang sangat tough banget buat Indonesia lah. Nggak cuma pasar modal tapi perekonomian kita, pemerintah kita ya. Mulai dari perang lah, MSCI, Moody's," katanya.
Meski muncul kekhawatiran setelah mundurnya Perry Warjiyo, BEI menilai kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia masih tetap terjaga. Irvan menyebut investor saat ini semakin matang dalam memahami risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
"Tinggal it's a matter of time. Saya pikir investor-investor kita sudah jauh lebih mature, jauh lebih menggali informasi, jauh lebih hati-hati dalam berinvestasi," ujarnya.
Ia menambahkan, pasar saham Indonesia saat ini masih didominasi investor ritel domestik. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat pasar memiliki daya tahan lebih baik menghadapi berbagai sentimen eksternal maupun internal.
BEI juga optimistis pasar modal Indonesia masih menjadi salah satu pasar terbaik di kawasan regional. Irvan meyakini tekanan yang terjadi saat ini hanya bersifat sementara dan pasar akan kembali mengalami penguatan.
"Jadi tetap percaya bahwa market kita ini masih salah satu market yang terbaik yang ada di regional kita, dan insyaallah kita akan rebound dan terus maju di tahun-tahun mendatang," tuturnya.
Sementara itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menunjukkan tekanan setelah kabar mundurnya Perry Warjiyo. IHSG tercatat melemah 0,37 persen ke level 6.162,97.
Riset BRI Danareksa Sekuritas menyebut perhatian pasar masih tertuju pada proses penunjukan Gubernur BI definitif setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri. Saat ini, Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Pjs) Gubernur BI.
Baca Juga: Usai Mundur, Perry Warjiyo Bisa Dipanggil KPK Soal Kasus CSR BI
"Perhatian pasar juga masih tertuju pada proses penunjukan Gubernur Bank Indonesia definitif pascapengunduran diri Perry Warjiyo, sementara Destry Damayanti masih menjabat sebagai Pjs Gubernur BI," tulis riset tersebut.
MNC Sekuritas juga menyoroti adanya kekhawatiran investor terkait independensi serta kesinambungan kebijakan moneter setelah pergantian mendadak di pucuk pimpinan Bank Indonesia.
Namun, BEI tetap meminta investor melihat kondisi pasar secara menyeluruh dan tidak bereaksi berlebihan terhadap perubahan yang terjadi. Menurut BEI, fundamental pasar modal Indonesia masih memiliki peluang untuk tumbuh dalam jangka panjang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: