Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pertarungan Panas Perry Warjiyo vs Purbaya di Bank Indonesia

        Pertarungan Panas Perry Warjiyo vs Purbaya di Bank Indonesia Kredit Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ekonom sekaligus analis pasar modal, Ferry Latuhihin, menyoroti mundurnya Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang mengejutkan publik.

        Ferry menyinggung kabar adanya perselisihan antara Perry dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Dewan Gubernur BI April 2025. 

        Saat itu, Perry memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen demi menjaga stabilitas rupiah, sementara Purbaya disebut tidak sepakat

        "Dari kacamata moneter, saya kira, apa yang dilakukan Pak Perry Warjiyo, mempertahankan BI-Rate di 5,75 persen itu sudah tepat. Sebab, kalau BI-Rate dinaikkan ke 6 persen demi membela Rupiah, itu salah, karena ongkosnya adalah ongkos ekonomi," ujarnya dalam tayangan YouTube pribadinya, dikutip Rabu (29/7).

        Ia menambahkan, menaikkan suku bunga di tengah kondisi ekonomi yang rapuh sama saja dengan bunuh diri, sementara menurunkannya justru memperburuk tekanan terhadap rupiah.

        "Menurunkannya, saya rasa tidak tepat juga, sebab kalau BI-Rate diturunkan, itu akan menambah tekanan terhadap Rupiah menghadapi dollar. Jadi, memang keputusan yang tepat adalah mempertahankan BI-Rate di 5,75 persen," jelasnya.

        Di sisi lain, pemerintah telah menerima surat pengunduran diri Perry. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas dedikasi Perry selama tujuh tahun memimpin BI.

        Baca Juga: 3 Skenario di Balik Mundurnya Perry Warjiyo dari Kursi Gubernur BI: Tak Ada yang Benar-benar Bersih

        “Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo. Tentu disertai dengan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih tujuh tahun lamanya memimpin Bank Indonesia,” kata Prasetyo dalam keterangan pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2026).

        Untuk sementara, posisi Gubernur BI akan dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: